Shared Berita

Polewali Mandar, Sulbarpos.com – Kebakaran hebat melanda Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (23/2) sekitar pukul 15.06 WITA.

Insiden yang diduga akibat korsleting listrik ini menghanguskan lima rumah warga dan menyebabkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp 150 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kronologi Kejadian Menurut laporan yang diterima UPTD Pemadam Kebakaran Polewali Mandar, api pertama kali terlihat membesar di salah satu rumah warga yang tengah ditinggal pemiliknya bekerja di kebun dan sawah. Salah seorang warga segera melapor ke posko induk pemadam kebakaran.

Tim pemadam pun merespons cepat dengan menerjunkan lima unit mobil pemadam kebakaran, dibantu satu unit dari Posko Kecamatan Campalagian dan satu unit dari Kecamatan Tinambung.

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Polewali Mandar, Imran, S.IP., MM, menyatakan bahwa kebakaran ini terjadi akibat korsleting listrik yang terjadi di rumah kosong.

“Kami segera mengerahkan armada dan tim ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Alhamdulillah, api berhasil dikendalikan, namun lima rumah warga terdampak dengan tingkat kerusakan yang berbeda,” ujarnya.

Dampak dan Kerugian Dari lima rumah yang terbakar, tiga di antaranya mengalami kerusakan berat, sementara dua lainnya mengalami kerusakan sedang.

Pemilik rumah yang mengalami kerusakan berat adalah Hatta, Alimuddin, dan Ramang, di mana dua di antaranya merupakan rumah semi permanen dan satu rumah panggung. Sedangkan dua rumah lainnya yang mengalami kerusakan sedang milik Rahma dan Tuami.

Camat Campalagian, Aco Rifai, S.Pd., M.Si., menyebut bahwa total kerugian akibat kebakaran ini mencapai Rp 150 juta.

“Selain rumah dan perabotan, terdapat uang tunai sekitar Rp 60 juta serta satu unit sepeda motor yang ikut terbakar,” jelasnya.

Baca Juga  SMK Negeri Paku Berkolaborasi Dengan Polewali Residence

Tanggapan Pemerintah dan Warga Kepala Desa Lampoko, Abdul Razak, yang ditemui di lokasi membenarkan bahwa rumah-rumah yang terbakar sebagian besar dalam kondisi kosong karena pemiliknya sedang bekerja.

“Kami sangat prihatin atas musibah ini. Saat ini kami bersama pemerintah kecamatan dan kabupaten sedang berkoordinasi untuk memberikan bantuan kepada para korban,” katanya.

Warga sekitar pun turut membantu pemadaman dan evakuasi barang sebelum api merambat lebih luas. Meski api berhasil dipadamkan dalam beberapa jam, sisa-sisa kebakaran masih menyisakan duka bagi korban yang kehilangan tempat tinggal mereka.

Himbauan dan Langkah Pencegahan Atas kejadian ini, pihak pemadam kebakaran mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing.

“Pastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, jangan meninggalkan peralatan elektronik menyala tanpa pengawasan, dan selalu sediakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk tindakan pencegahan awal,” tambah Imran.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap potensi kebakaran, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

Pemerintah setempat berjanji akan memberikan bantuan bagi para korban dan membantu pemulihan pascakebakaran. (*Bsb)

Penulis: Basribas

Iklan