Media Sulbar Kritik Keras Klarifikasi Sepihak PT SSI atas Insiden Mobil Pembawa Uang Terbakar: Dinilai Tidak Transparan
POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com — Sejumlah awak media di Sulawesi Barat menyayangkan langkah PT Swadharma Sarana Informatika (PT SSI) yang memberikan klarifikasi terkait insiden mobil pengangkut uang terbakar di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) hanya kepada salah satu media tertentu.
Sikap ini dinilai tidak sejalan dengan prinsip keterbukaan informasi publik dan tata hubungan media yang profesional.
Sebelumnya diberitakan, sebuah mobil operasional yang membawa uang Rp4,6 miliar dilaporkan terbakar.
Dalam siaran pers resmi, PT SSI menegaskan bahwa kendaraan tersebut bukan milik Bank BNI, termasuk uang tunai yang ikut hangus dalam peristiwa tersebut.
“Insiden ini tidak terkait langsung dengan aset maupun operasional Bank BNI,” demikian keterangan PT SSI dalam siaran pers yang diterima Salasatu media disulbar, Kamis (13/11/2025).
PT SSI menjelaskan bahwa seluruh tanggung jawab operasional berada pada perusahaan, karena kendaraan tersebut merupakan bagian dari layanan operasional kas yang mereka kelola sebagai mitra beberapa lembaga keuangan.
Perusahaan juga menegaskan telah menerapkan prosedur keselamatan serta berkoordinasi dengan pihak berwenang.
PT SSI menyampaikan bahwa klarifikasi tersebut bertujuan meluruskan informasi di masyarakat dan meminta media untuk melakukan ralat pemberitaan sesuai Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Namun, pernyataan itu justru menuai sorotan dari sejumlah awak media di Sulawesi Barat. Mereka menilai sikap PT SSI yang memberikan klarifikasi hanya kepada satu media tertentu sebagai langkah yang tidak profesional.
“Kalau ingin klarifikasi, sebaiknya Humas atau pihak yang berkompeten dari PT SSI melakukan konferensi pers terbuka, bukan hanya mengirim klarifikasi ke sala satu media tertentu. Banyak media yang merilis berita tersebut. Mengapa klarifikasinya eksklusif?” ujar perwakilan Perkumpulan Media Sulbar, Jumat (14/11/2025).
Perkumpulan Media Sulbar menegaskan bahwa sikap semacam ini dapat menimbulkan kecurigaan dan berpotensi menimbulkan bias informasi.
Mereka meminta PT SSI untuk menerapkan standar komunikasi publik yang adil, merata, dan profesional kepada semua media, terutama terkait isu yang menyangkut kepentingan publik.
“Kami menghargai setiap klarifikasi, tetapi penyampaian informasi harus terbuka dan dapat diakses semua media, bukan dipilih-pilih. Apalagi ini menyangkut uang miliaran rupiah dan menjadi perhatian publik luas,” tegas perwakilan organisasi tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, PT SSI belum memberikan keterangan tambahan terkait sorotan media atas distribusi klarifikasi yang dinilai sepihak tersebut.
Berita ini ditulis berdasarkan informasi resmi dari PT Swadharma Sarana Informatika (PT SSI) dan tanggapan pihak Perkumpulan Media Sulbar.
Redaksi tetap membuka ruang untuk PT SSI memberikan klarifikasi lanjutan atau konferensi pers terbuka agar informasi semakin berimbang. (*Bsb)
Editor: Basribas



