Sulbarpos.com, Mamuju — Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar) menyatakan kesiapan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung program-program strategis pemerintah, khususnya dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat.
Komitmen itu disampaikan Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta saat menerima audiensi jajaran pengurus Partai Gerindra Sulawesi Barat di Ruang Tamu Sendana Mapolda Sulbar, Senin (12/1/2026).
Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Intelkam Polda Sulbar serta pengurus Gerindra dari tingkat provinsi hingga kabupaten, termasuk Kabupaten Mamasa. Audiensi dimanfaatkan sebagai ruang dialog untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menyusun pola kerja sama yang lebih terkoordinasi.
Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Barat menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih menjadi pekerjaan rumah daerah, salah satunya tingginya angka stunting di beberapa wilayah.
Menanggapi hal itu, Kapolda Sulbar menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga terlibat aktif mendukung program pemerintah di sektor kesejahteraan dan ketahanan pangan.
Ia menyebut Polda Sulbar telah berkontribusi dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) serta program jagung nasional. Hingga kini, hasil panen jagung yang disetor ke negara mencapai 600 ton, dengan sisa sekitar 400 ton yang masih dalam proses distribusi.
“Alhamdulillah, kita sudah menyetor 600 ton jagung ke negara. Tantangan di lapangan adalah keberadaan tengkulak yang membeli dengan harga lebih tinggi, bahkan untuk jagung basah. Ini berpotensi membuat Bulog kekurangan stok,” ujar Adi Deriyan.
Selain itu, Kapolda juga mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis rumah tangga. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran, bahkan mencontohkan dirinya yang tengah belajar budidaya ikan nila.
“Saya sendiri sedang belajar budidaya ikan nila. Ke depan, ini akan kita dorong juga kepada anggota agar bisa ditularkan ke masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sulbar juga menyoroti persoalan perlindungan anak yang dinilai membutuhkan peran aktif keluarga, terutama orang tua. Ia mengingatkan maraknya kasus kekerasan antaranak yang dipicu oleh pengaruh lingkungan dan penggunaan gawai tanpa pengawasan.
“Banyak kasus anak melukai teman sebayanya. Orang tua, khususnya ibu-ibu, jangan hanya fokus bermain media sosial. Cek ponsel anak secara rutin. Jika ada perubahan perilaku, mudah marah misalnya, itu harus diwaspadai,” tegasnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi antara kepolisian, partai politik, dan elemen masyarakat dalam mendukung agenda pembangunan serta menciptakan stabilitas sosial di Sulawesi Barat.(*)




