Shared Berita

Sulbarpos.com, Gunungkidul – Kerukunan Wanita Mandar Sulawesi Barat (KWMSB) melakukan kunjungan studi ke UPT Taman Teknologi Pertanian (TTP) Nglanggeran, yang berlokasi di Gunung Butak, Desa Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (16/1).

Kunjungan yang juga dihadiri langsung oleh Dr. Muhammad Zain, Ketua Umum BPP-KKMSB, disambut langsung oleh Kepala UPT TTP Nglanggeran, Jadi Markuat bersama Fudhail, Ketua KKMSB Wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Bertujuan untuk mempelajari pengembangan pertanian terintegrasi, hilirisasi kakao, serta penguatan agrowisata berbasis potensi lokal.

Dalam sambutannya, Muhammad Zain menyampaikan bahwa Gunungkidul merupakan contoh nyata keberhasilan transformasi daerah melalui ketekunan dan perencanaan jangka panjang.

“Kunjungan ini penting untuk melihat langsung bagaimana Gunungkidul, yang dulu dikenal gersang dan rawan paceklik, kini berkembang menjadi kawasan agrowisata dan wisata pantai yang maju. Ini adalah pelajaran berharga bagi daerah lain, termasuk Sulawesi Barat,” ucapnya.

Gunungkidul kini dikenal luas sebagai destinasi wisata unggulan dan kerap dijuluki “The Next Bali.” Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian, peternakan, serta industri olahan berbasis sumber daya lokal.

“Salah satu fokus utama kunjungan adalah pengelolaan kakao. Kakao di wilayah ini mulai dikembangkan sejak Instruksi Presiden tahun 1987 pada masa Presiden Soeharto, dengan biji kakao yang berasal dari Sulawesi Barat,” kata Zain.

“Kakao Sulbar dikenal memiliki kandungan lemak tinggi, sehingga menghasilkan cokelat berkualitas premium,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala UPT TTP Nglanggeran, Jadi Markuat juga menjelaskan bahwa kakao menjadi komoditas strategis yang terus dikembangkan hingga ke industri hilir.

“Kami tidak hanya menanam kakao, tetapi juga mengolahnya secara lengkap. Ada sekitar sepuluh tahapan pengolahan biji kakao, mulai dari fermentasi hingga menjadi produk cokelat siap konsumsi. Inilah yang membuat produk cokelat memiliki nilai ekonomi tinggi,” jelasnya.

Baca Juga  Usai Dilatih, BGP Sulbar : Diharap Lakukan Pengimbasan di Sekolah

Saat ini, masih Jadi, UPT TTP Nglanggeran telah menghasilkan berbagai produk berbahan dasar kakao, antara lain dodol cokelat, dark chocolate murni, es krim cokelat, serta beragam produk oleh-oleh lainnya. Bahan baku kakao diperoleh dari tanaman cokelat yang dibudidayakan di sekitar wilayah Gunungkidul. Berdampak langsung bagi perekonomian masyarakat.

Saat yang sama, pengurus KWMSB juga mengikuti pelatihan pembuatan dodol cokelat, dalam bimbingan tenaga terlatih dari Badan Pengelolaan Pangan dan Pertanian Gunungkidul. Melibatkan mahasiswa magang dan kelompok wanita lokal.

Ketua Umum KWMSB, Asriaty Alda Zain beserta pengurus sangat antusias, memperoleh pembelajaran penting tentang hilirisasi produk pertanian, peran strategis perempuan dalam ekonomi lokal, serta integrasi pertanian dengan sektor pariwisata.

“Model pengembangan kakao dan agrowisata di UPT TTP Nglanggeran ini sangat ideal menjadi inspirasi bagi pengembangan kakao dan UMKM berbasis perempuan di Sulawesi Barat,” tutup Asriaty.

Iklan