Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi sanitasi yang memprihatinkan, kisah kemanusiaan menyelimuti Dusun Lamimmisang, Desa Baru, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar. Seorang bayi perempuan berusia tiga bulan bernama Annisah menjadi potret nyata rapuhnya perlindungan sosial keluarga miskin ekstrem, sekaligus ujian kehadiran negara di tingkat paling dasar.

Respons cepat lintas sektor diwujudkan melalui kegiatan penjangkauan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang digelar pada Minggu (18/1/2026).

Tim gabungan turun langsung menyambangi kediaman keluarga Annisah untuk memastikan kondisi bayi sekaligus memberikan bantuan darurat.

Annisah merupakan putri dari pasangan Derman dan almarhumah Jumiati. Sang ibu meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026) akibat sakit pascamelahirkan, meninggalkan bayi mungil yang sejak itu diasuh oleh neneknya, Sadiana (65).

Keterbatasan ekonomi membuat keluarga ini sempat berada dalam kondisi kritis, di mana kebutuhan dasar bayi seperti susu dan popok nyaris tak terpenuhi.

Fakta paling mengkhawatirkan, susu bayi sempat dicampur menggunakan air sumur yang keruh meskipun telah dimasak. Kondisi ini menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan Annisah, terlebih di usia rentan.

Saat ini, Annisah dirawat oleh ayah kandungnya, Derman (27), yang bekerja sebagai buruh koprah dengan penghasilan tidak menentu, dibantu neneknya yang sudah tidak produktif secara ekonomi.

Melihat kondisi tersebut, rombongan penjangkauan menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok bayi dan santunan uang tunai.

Bantuan itu berasal dari donasi pribadi Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Barat serta dukungan gabungan relawan sosial.

Intervensi awal ini diharapkan mampu menutup kebutuhan mendesak keluarga, khususnya keselamatan dan kesehatan bayi.

Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah lanjutan. Camat Luyo menyampaikan bahwa Bupati Polewali Mandar berencana memberikan santunan pribadi berupa pembangunan sumur dan fasilitas WC layak, mengingat kondisi sanitasi keluarga dinilai sudah tidak memenuhi standar kesehatan dasar.

Baca Juga  Peringati Sumpah Pemuda, Komunitas MSSB Salurkan Bantuan Terhadap Korban Kebakaran di Beroangin

Dari hasil verifikasi data sosial ekonomi, Derman tercatat dalam DTSEN Desil 6, sementara Sadiana berada pada Desil 4 dan telah menjadi penerima bantuan BLTS Kesra 2025 serta BPJS PBI APBD.

Dinas Sosial akan memfasilitasi penerbitan dokumen kependudukan melalui Dinas Dukcapil, mengusulkan bantuan permakanan lansia rentan melalui program rehabilitasi sosial APBD 2026, serta menilai kelayakan keluarga untuk diusulkan sebagai penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Langkah-langkah ini menandai upaya sistematis pemerintah dalam memastikan keluarga Annisah tidak kembali terperosok dalam situasi darurat yang sama.

Penanganan kasus ini juga menjadi cermin pentingnya integrasi data, respons cepat, dan empati sosial dalam kebijakan kesejahteraan.

Kegiatan penjangkauan ini dilaksanakan secara kolaboratif oleh Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar, Camat Luyo, Kepala Puskesmas Batupanga, Kepala Desa Mapilli Barat, Sekretaris Desa Baru, utusan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, serta gabungan relawan sosial SJS, RELIGI, dan GPP.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi model penanganan kasus-kasus kemanusiaan serupa di wilayah Kabupaten Polewali Mandar ke depan. (*rls)

Iklan