Shared Berita
Table of contents: [Hide] [Show]

    Sulbarpos.com, MAMUJU – Harapan baru bagi petani kopi Sulawesi Barat mulai bersemi dari bedengan-bedengan semai di Sese, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. PT Trifa Amanah Lestari tengah memacu produksi besar-besaran benih kopi Arabika yang ditargetkan mencapai 1,8 juta bibit.

    Menariknya, proyek bersumber APBN 2025 ini tak hanya soal angka produksi, melainkan menjadi oase lapangan kerja bagi ratusan warga lokal.

    ​Di area penyemaian, deretan ribuan polybag hitam kini tengah diproses. Proyek yang masuk dalam skema kegiatan Wilayah Sulawesi Barat 5 ini menjadi tulang punggung bagi ketersediaan bibit unggul yang nantinya akan dikirim untuk menghijaukan perkebunan kopi di Kabupaten Mamasa.

    ​Pemberdayaan Ekonomi Akar Rumput

    ​Direktur Cabang PT Trifa Amanah Lestari, Iqbal, mengungkapkan bahwa proyek ini sengaja melibatkan tenaga kerja lokal secara masif. Tercatat ada sekitar 300 warga yang diserap untuk mengisi posisi krusial dalam rantai produksi, mulai dari pengisian tanah ke polybag hingga proses pembibitan.

    “Untuk saat ini jumlah tenaga kerja sebanyak 300 orang, yang didominasi oleh kaum emak-emak,” ujar Iqbal saat meninjau lokasi penyemaian, Sabtu, 21 Februari 2026.

    ​Keterlibatan kaum perempuan lokal ini memberikan dampak instan pada ketahanan ekonomi keluarga di sekitar lokasi proyek. Dengan menyerap tenaga kerja lokal, perusahaan dinilai tidak hanya mengejar target administratif negara, tetapi juga menjalankan fungsi sosial ekonomi.

    ​Menekan Angka Pengangguran Lokal

    ​Ana, salah satu pekerja asal Mamuju, mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan perbenihan ini. Baginya, kehadiran proyek di dekat rumah merupakan kemewahan tersendiri di tengah sulitnya mencari lapangan kerja formal.

    ​Menuju Mamasa: Misi Kopi Unggul

    ​Misi utama dari jutaan benih ini adalah memperkuat posisi Kabupaten Mamasa sebagai produsen kopi Arabika utama di Sulawesi. Kualitas semaian yang dikerjakan oleh 300 pasang tangan warga lokal ini akan menentukan wajah perkebunan kopi Sulbar beberapa tahun ke depan.

    Baca Juga  Pemprov Sulbar Gelar Malam Ramah Tamah dan Penutupan HUT ke-20 di Anjungan Pantai Manakarra

    ​Meski nilai kontrak proyek dari APBN 2025 ini belum bisa dipublikasikan karena masih dalam kontrak lanjut face semai produksi kopi siap salur. Namun serapan tenaga kerja yang mencapai ratusan orang ini menjadi bukti nyata bahwa investasi di sektor hulu pertanian adalah kunci penggerak ekonomi daerah yang paling efektif.

    ​”Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Kegiatan ini sangat membantu warga lokal agar bisa bekerja tanpa harus merantau jauh-jauh,” kata Ana dengan raut wajah sumringah.

    ​Ia berharap program perbenihan skala besar seperti ini terus berlanjut secara berkesinambungan.

    Selain menjamin pasokan bibit berkualitas bagi masa depan industri kopi Sulbar, proyek ini terbukti mampu menjadi jaring pengaman ekonomi bagi masyarakat yang selama ini hanya mengandalkan pendapatan musiman.

    (Mr)

    Iklan