Puasa Digempur Terik, TNI dan Warga Bulo Tak Gentar! TMMD Kodim 1402/Polman Wujudkan Jalan Impian yang Lama Terisolasi
POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Terik matahari tak mengendurkan langkah. Di tengah ibadah puasa Ramadan, prajurit TNI dan warga tetap berdiri tegak di atas hamparan cor beton yang perlahan membentuk harapan baru bagi Desa Bulo dan Lenggo.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang digelar Kodim 1402/Polman terus bergerak, menembus keterbatasan waktu dan tenaga demi membuka akses yang lebih layak bagi masyarakat pedesaan.
Pengerjaan sasaran fisik berupa rabat beton di Desa Bulo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, tetap berjalan meski durasi kerja disesuaikan selama bulan suci. Personel Satgas bersama warga memulai aktivitas lebih pagi dan mengakhiri lebih cepat untuk menjaga stamina selama berpuasa.
Komandan SSK TMMD ke-127, Kapten Inf Subarkah, menegaskan bahwa semangat gotong royong tidak surut sedikit pun.
“Motivasi anggota Satgas dan masyarakat tetap tinggi. Kami hanya menyesuaikan jam kerja agar kondisi fisik tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa,” ujarnya di lokasi kegiatan, Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan, langkah percepatan tetap menjadi prioritas agar target penyelesaian infrastruktur dapat tercapai tepat waktu. Rabat beton tersebut merupakan akses vital penghubung Desa Bulo menuju Lenggo yang selama ini dikenal sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
Di lapangan, kolaborasi terlihat nyata. Prajurit berseragam loreng bekerja berdampingan dengan warga mengenakan pakaian sederhana. Mereka bergantian mengaduk material, mendorong gerobak berisi campuran semen, hingga meratakan permukaan jalan agar kokoh dan tahan lama.
Kepala Dusun Lenggo, Mahmud, menyampaikan bahwa proyek tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak ratusan kepala keluarga di wilayahnya.
“Selama ini kami kesulitan mengangkut hasil kebun dan menjangkau layanan kesehatan. Jalan ini sudah lama kami dambakan. Walau sedang puasa, kami tetap ikut bekerja karena manfaatnya untuk semua,” katanya.
Menurutnya, akses yang memadai akan memangkas waktu tempuh, menekan biaya distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan mobilitas warga dalam aktivitas ekonomi maupun sosial.
Program TMMD ke-127 tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat relasi sosial antara TNI dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi energi utama dalam mempercepat pembangunan di wilayah yang sebelumnya terisolasi.
Kapten Inf Subarkah kembali menekankan bahwa kebersamaan adalah kunci keberhasilan program. Ia memastikan Satgas akan terus menjaga ritme kerja, keselamatan, dan kualitas pembangunan hingga seluruh sasaran fisik rampung sesuai rencana.
“Kami ingin hasil pekerjaan ini benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama TMMD,” tegasnya.
Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif, harapan warga kini tak lagi sebatas angan. Di bulan penuh berkah, kerja keras yang ditempa kesabaran menjadi simbol nyata bahwa pembangunan desa bisa berjalan beriringan dengan nilai pengabdian dan solidaritas. (*rls)
Editor: Basribas



