Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Di tengah sunyi perbukitan Desa Bulo, Kecamatan Bulo, deru mesin bor memecah pagi yang berkabut. Setiap hentakan mata bor yang menembus tanah menjadi simbol perjuangan baru: menghadirkan air bersih bagi warga yang selama ini bertarung dengan keterbatasan sumber air.

Program Manunggal Air melalui pembangunan sumur bor menjadi salah satu sasaran tambahan dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 1402/Polman.

Kegiatan ini sekaligus merupakan bagian dari program unggulan TNI Angkatan Darat yang digagas oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) untuk memperkuat ketahanan wilayah dari sektor kebutuhan dasar masyarakat.

Hingga Sabtu (21/2/2026), proses pengeboran di satu titik telah mencapai kedalaman 17 meter. Hasil sementara menunjukkan indikasi keberadaan mata air tanah yang cukup menjanjikan.

Wakil Komandan Satgas TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman, Kapten Inf Ahmad Yani, menegaskan progres tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini satu titik sudah menembus kedalaman 17 meter dan sudah ada tanda-tanda sumber air. Kami optimistis dalam beberapa hari ke depan hasilnya maksimal,” ujarnya di lokasi kegiatan.

Secara geografis, Desa Bulo berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut. Kontur berbukit dan sumber air permukaan yang terbatas membuat warga kerap mengalami kesulitan air bersih, terutama saat musim kemarau tiba.

Kondisi itu memaksa sebagian warga menempuh jarak cukup jauh demi mendapatkan air untuk kebutuhan harian, mulai dari memasak, mencuci hingga menyiram tanaman kebun kecil mereka.

Ketergantungan pada sumber air tadah hujan dan mata air musiman selama ini menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi.

Baca Juga  Kasi Intel Baru Dilantik, Kajari Polman Tegaskan Intelijen Harus Jadi “Mata dan Telinga” Penegakan Hukum

Melalui program Manunggal Air, Satgas TMMD berupaya memberikan solusi jangka panjang dengan menghadirkan fasilitas sumur bor yang layak dan berkelanjutan. Pengeboran dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan struktur tanah dan potensi cadangan air bawah tanah di wilayah tersebut.

Sejumlah warga tampak menyaksikan langsung proses pengeboran. Harapan mereka menguat seiring bertambahnya kedalaman sumur. Setiap meter yang ditembus mesin bor menjadi penanda semakin dekatnya akses air bersih yang selama ini dinanti.

“Kalau nanti airnya keluar dan lancar, kami tidak lagi khawatir saat kemarau. Ini sangat membantu,” ungkap salah seorang warga dengan wajah penuh optimisme.

Program TMMD ke-127 tidak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti pembukaan akses jalan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni. Kehadiran sumur bor di Desa Bulo menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan juga menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat, yakni ketersediaan air bersih.

Sebagai bagian dari program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat, TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman dirancang untuk mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan dan perbukitan.

Sinergi antara TNI dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan dampak berkelanjutan, tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup warga.

Jika pengeboran ini berhasil menghasilkan debit air yang stabil, maka sumur bor tersebut akan menjadi tonggak penting perubahan di Desa Bulo—membuka akses air bersih, memperkuat ketahanan desa, sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi nyata mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan