BPN Sulbar ‘Gaspol’! Fredy Marfin Bongkar Evaluasi Kinerja, Targetkan Layanan Tanah Tanpa Celah di Polman
POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com — Upaya mempercepat layanan pertanahan yang profesional dan bebas hambatan terus digencarkan. Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmennya melalui Rapat Evaluasi Kinerja yang digelar di Kantor Pertanahan Kabupaten Polewali Mandar, Selasa (7/4/2026).
Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil BPN Sulbar, Fredy Marfin, didampingi Kepala Kantor Pertanahan Polewali Mandar, Kartini T, serta diikuti jajaran pejabat administrator, pengawas, dan fungsional terkait.
Dalam forum tersebut, Kartini T memaparkan secara komprehensif capaian kinerja layanan pertanahan di wilayahnya. Ia mengurai progres program, capaian yang telah diraih, hingga berbagai kendala teknis dan administratif yang masih dihadapi di lapangan.
Pemaparan tersebut menjadi dasar evaluasi bersama guna merumuskan langkah-langkah strategis yang lebih efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Fredy Marfin dalam arahannya menegaskan bahwa seluruh program kerja tidak boleh dimaknai sekadar rutinitas atau seremonial semata. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab kolektif dalam menjaga kualitas pelayanan publik.
“Pelaksanaan program harus berdampak nyata. Kita tidak boleh bekerja hanya untuk menggugurkan kewajiban, tetapi memastikan hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mendorong optimalisasi backlog PBT sebagai strategi percepatan capaian program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Selain itu, pengawasan internal harus diperkuat guna mencegah potensi pelanggaran yang berujung pada persoalan hukum.
Lebih lanjut, Fredy mengingatkan pentingnya kedisiplinan serta koordinasi lintas seksi dalam menjalankan tugas. Menurutnya, komunikasi yang solid menjadi kunci dalam menyukseskan berbagai program strategis, termasuk implementasi KW456 dan pembangunan Zona Integritas.
“Disiplin, komunikasi, dan kerja sama adalah fondasi utama. Tanpa itu, target besar sulit dicapai,” ujarnya.
Rapat evaluasi ini juga menjadi momentum penguatan komitmen seluruh jajaran BPN untuk terus menghadirkan layanan pertanahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi, seluruh peserta rapat sepakat untuk meningkatkan kinerja secara berkelanjutan serta mempercepat penyelesaian berbagai program prioritas.
Sebagai penutup, Fredy Marfin mengajak seluruh jajaran untuk bekerja lebih maksimal dengan menjunjung tinggi integritas serta menempatkan pelayanan publik sebagai prioritas utama.
“Kita harus hadir sebagai solusi bagi masyarakat. Integritas adalah harga mati dalam setiap pelayanan,” pungkasnya.
Penguatan disiplin kerja, komunikasi antar-seksi, serta sinergi tim menjadi fokus utama dalam mendukung program strategis seperti KW456 dan pembangunan Zona Integritas.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat reformasi birokrasi sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan pertanahan di Polewali Mandar. (*rls)
Editor: Basribas



