Buka Latsar CPNS, Wabup Polman Ingatkan ASN Kini Selalu Dalam Sorotan Publik

Poto Bersama : Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XVII, XVIII, dan XIX Kabupaten Polewali Mandar di Auditorium BBPK-APDN IV Makassar, Senin (18/5/2026).
Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com — Wakil Bupati Polewali Mandar, Hj Andi Nursami, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh hanya hadir sebagai pelengkap birokrasi, tetapi harus menjadi motor perubahan dan pelayan publik yang mampu menjawab tantangan zaman.

Pesan itu disampaikan saat membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XVII, XVIII, dan XIX Kabupaten Polewali Mandar di Auditorium BBPK-APDN IV Makassar, Senin (18/5/2026).

Dalam sambutannya, Andi Nursami mengingatkan para CPNS bahwa status ASN bukan sekadar pekerjaan tetap, melainkan amanah negara yang menuntut integritas, disiplin, dan tanggung jawab kepada masyarakat.

“Hari ini saudara adalah orang-orang yang beruntung. Di tengah sulitnya lapangan pekerjaan, banyak orang ingin berada di posisi ini. Karena itu, menjadi ASN bukan sekadar mendapatkan pekerjaan, tetapi menerima amanah negara,” tegasnya.

Suasana pembukaan Latsar sempat cair ketika Wakil Bupati membuka sambutan dengan dialog interaktif kepada peserta yang masih lajang. Namun di balik candaan tersebut, tersimpan pesan tentang keseimbangan kehidupan sosial dan peran ASN dalam masyarakat.

Meski disampaikan santai, Andi Nursami kemudian membawa peserta pada refleksi yang lebih serius mengenai tantangan birokrasi saat ini. Ia menilai ASN kini berada dalam sorotan publik seiring meningkatnya keterbukaan informasi dan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.

“Sedikit saja kesalahan ASN bisa langsung viral. Masyarakat melihat ASN digaji dari uang rakyat, sehingga publik ingin melihat ASN benar-benar bekerja dan memberi manfaat nyata,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kondisi fiskal daerah, di mana belanja pegawai di Polewali Mandar disebut telah melampaui batas ideal nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Baca Juga  Enam Titik Sudah Jalan! Dandim Polman Pastikan Koperasi Merah Putih Siap Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Karena itu, menurutnya, ASN muda harus mampu membuktikan diri sebagai investasi daerah yang produktif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Nursami turut menyoroti fenomena ASN yang viral di media sosial saat jam kerja. Menurutnya, media sosial bukan sesuatu yang salah, bahkan dapat menjadi sarana edukasi publik dan komunikasi pemerintahan, namun ASN harus memahami konteks, etika, dan sensitivitas sebagai aparatur negara.

“Sebagai ASN, ada hal-hal yang mungkin biasa dilakukan profesi lain, tetapi akan dinilai berbeda ketika dilakukan aparat pemerintah,” katanya.

Di hadapan peserta Latsar, Wakil Bupati juga membagikan pengalaman pribadinya yang memulai karier dari bawah sebagai ASN sebelum dipercaya menduduki jabatan publik.

Ia menekankan bahwa penghargaan terhadap ASN tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan, melainkan oleh integritas dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Yang membuat ASN dihargai bukan pangkatnya, bukan jabatannya, tetapi integritas dan kontribusinya,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia meminta peserta tidak memandang Latsar hanya sebagai formalitas administrasi menuju status PNS penuh. Nilai-nilai yang dipelajari dalam proses aktualisasi, kata dia, harus benar-benar diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

“Jangan sampai bagus saat seminar, tetapi hilang setelah kembali ke kantor,” pesannya.

Menutup sambutan, Andi Nursami mengajak seluruh peserta menjadi ASN yang hadir membawa solusi dan meninggalkan jejak perubahan bagi daerah.

“Saudara digaji oleh negara, tetapi akan dinilai oleh masyarakat. Maka bekerjalah bukan sekadar hadir, tetapi hadir untuk memberi manfaat,” pungkasnya. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan