Dua Gitar Baru Milik Sekolah Rakyat 22 Binuang Raib Digondol Maling, Polisi Lakukan Penyelidikan
POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com — Personel Polsek Binuang tengah menyelidiki dugaan tindak pidana pencurian yang terjadi di Gudang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Sekolah Rakyat 22 Desa Rea, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.
Kasus tersebut dilaporkan pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 10.30 WITA oleh seorang guru sekaligus Wakil Kepala Sekolah bidang Sarpras berinisial A (28).
Dalam laporannya, korban menyebutkan dua unit gitar akustik merek Yamaha yang disimpan di gudang sarpras sekolah diketahui hilang. Kedua alat musik itu sebelumnya baru dibeli pada 1 Mei 2026 dan rencananya akan digunakan dalam kegiatan sekolah di Kabupaten Majene pada 16 Mei 2026.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket Mako Polsek Binuang bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas perintah Kapolsek Binuang IPTU Rahman.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, peristiwa itu pertama kali diketahui pada Jumat, 15 Mei 2026. Saat itu, Ahmad Hidayat bersama tiga rekannya sedang melaksanakan patroli dan penjagaan di lingkungan sekolah.
Mereka menemukan jendela gudang sarpras dalam kondisi terbuka. Setelah dilakukan pengecekan, dua unit gitar yang sebelumnya tersimpan di dalam gudang diketahui telah hilang.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak sekolah dan diteruskan ke kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Akibat kejadian itu, pihak sekolah diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp1,6 juta.
Selain melakukan olah TKP, polisi juga telah mendata identitas korban dan para saksi serta mengarahkan pelapor untuk membuat laporan resmi. Hingga kini, pelaku pencurian masih dalam tahap penyelidikan.
“Kami telah menerima laporan terkait dugaan pencurian di Gudang Sarpras Sekolah Rakyat 22 Desa Rea. Personel kami telah melakukan pengecekan dan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan dan pelaku masih dalam lidik,” ujar Kapolsek Binuang IPTU Rahman.
Kapolsek menambahkan, minimnya akses kamera pengawas atau CCTV di lingkungan sekolah menjadi salah satu kendala dalam proses pengungkapan kasus tersebut.
Ia pun mengimbau pihak sekolah agar meningkatkan sistem keamanan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (*rls)
Sumber : Humas Polres Polman
Editor: Basribas



