Wamen ATR/BPN Tekankan Pelayanan Responsif Saat Pembinaan di Kanwil BPN Sulbar
MAMUJU, Sulbarpos.com — Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ossy Dermawan, memberikan pembinaan kepada seluruh jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Barat di Aula Kanwil BPN Sulbar, Minggu (24/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen pelayanan pertanahan yang profesional, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sebelum kegiatan pembinaan dimulai, Ossy Dermawan melakukan tour office dengan meninjau sejumlah ruang pelayanan serta lingkungan kerja di Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Barat. Peninjauan itu dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pelayanan pertanahan dan kesiapan sarana pendukung di lingkungan Kanwil BPN Sulbar.
Kegiatan pembinaan turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Barat, Fredy Marfin, Kepala Bagian Tata Usaha, para Kepala Bidang, seluruh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten se-Sulawesi Barat, pejabat administrator, pejabat pengawas, hingga jajaran ASN di lingkungan Kanwil BPN Sulbar.
Dalam laporan dan sambutannya, Fredy Marfin memaparkan sejumlah capaian program strategis pertanahan di Sulawesi Barat.
Capaian tersebut meliputi peningkatan kualitas data pertanahan, pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), reforma agraria, hingga penguatan layanan pertanahan berbasis elektronik yang terus dikembangkan untuk mendukung pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien.
Pada kesempatan itu, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN juga menyerahkan delapan sertipikat wakaf dan aset pemerintah daerah sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan legalisasi aset serta pemberian kepastian hukum atas tanah di Provinsi Sulawesi Barat.
Dalam arahannya, Ossy Dermawan menegaskan pentingnya perubahan paradigma pelayanan di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Ia meminta seluruh aparatur menghadirkan pelayanan yang cepat, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Seluruh aparatur wajib mengubah paradigma kerja. Di era keterbukaan informasi dan media sosial, BPN adalah pelayan yang harus menjemput bola, bukan lagi masyarakat yang memohon untuk dilayani,” tegas Ossy Dermawan.
Selain menyoroti aspek pelayanan, Wamen ATR/BPN juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, memperkuat profesionalisme, serta membangun budaya kerja yang adaptif dan transparan guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pertanahan.
Menurutnya, tantangan pelayanan publik saat ini menuntut aparatur negara untuk bekerja lebih cepat, terbuka, dan akuntabel. Karena itu, seluruh jajaran BPN di daerah diharapkan mampu menjaga kualitas layanan sekaligus memperkuat komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Kegiatan pembinaan tersebut diharapkan semakin memperkuat soliditas jajaran Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Barat dalam menghadirkan pelayanan pertanahan yang profesional, modern, terpercaya, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.
Sebagai catatan, penekanan Wamen ATR/BPN terkait pelayanan responsif menjadi pesan penting bagi seluruh jajaran BPN di daerah, khususnya di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang transparan dan mudah diakses.
Transformasi pelayanan yang adaptif dinilai menjadi kunci dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pertanahan di era digital saat ini. (*rls)
Editor: Basribas



