BADKO HMI Sulbar Soroti Minimnya Dukungan untuk BNNP, Tantang Instansi Pemerintah Gelar Tes Urin Terbuka

BADKO HMI Sulbar mengapresiasi keberhasilan BNNP Sulbar menggagalkan peredaran 1.400 butir ekstasi sekaligus menyoroti minimnya dukungan terhadap lembaga tersebut dan menantang instansi pemerintah menggelar tes urin terbuka. (Poto : Istmewa)
Shared Berita

MAMUJU, Sulbarpos.com – Keberhasilan mengungkap dan menggagalkan peredaran 1.400 butir ekstasi yang diduga berasal dari jaringan narkoba antarpulau mendapat apresiasi dari Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Barat. Namun di balik capaian tersebut, organisasi mahasiswa itu menyoroti masih minimnya dukungan terhadap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Barat.

BADKO HMI Sulbar menilai, keberhasilan aparat dalam memberantas peredaran narkotika harus diikuti dengan perhatian dan penguatan kelembagaan agar upaya perang melawan narkoba dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Sorotan tersebut disampaikan Bidang Penanggulangan Bencana dan Narkotika BADKO HMI Sulbar, Sabtu (13/6/2026). Mereka mengapresiasi langkah cepat BNNP Sulbar yang berhasil mengungkap kasus peredaran 1.400 butir ekstasi yang diduga merupakan bagian dari jaringan narkoba lintas pulau.

Koordinator Bidang Penanggulangan Bencana dan Narkotika BADKO HMI Sulbar, Ince Salsabila, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata komitmen dan keseriusan BNNP Sulbar dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Keberhasilan ini patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa BNNP Sulbar tetap bekerja secara maksimal meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi sarana maupun dukungan yang tersedia,” ujar Ince Salsabila.

Menurutnya, keterbatasan fasilitas dan dukungan tidak boleh menjadi alasan melemahnya semangat pemberantasan narkoba. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama pemerintah daerah, untuk memberikan dukungan yang lebih besar kepada BNNP Sulbar.

Ia menilai, hingga saat ini BNNP Sulbar masih belum memperoleh perhatian yang sebanding dengan peran strategis yang diembannya. Padahal, lembaga tersebut berada di garda terdepan dalam menjaga masa depan generasi muda dan melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.

Baca Juga  Badko HMI Sulbar Resmi Laporkan Kasus Oli Palsu ke Polda, Desak Usut Tuntas Tanpa Tebang Pilih

“Sudah saatnya pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan memberikan perhatian yang lebih serius terhadap penguatan kelembagaan BNNP Sulbar serta mendukung program-program pencegahan dan pemberantasan narkotika di Sulawesi Barat,” katanya.

Tak hanya menyampaikan apresiasi dan kritik konstruktif, BADKO HMI Sulbar juga melontarkan tantangan terbuka kepada seluruh instansi pemerintah di Sulawesi Barat untuk menunjukkan komitmen nyata dalam perang melawan narkoba melalui pelaksanaan tes urin secara berkala dan transparan.

“Kami menantang seluruh instansi pemerintah di Sulawesi Barat untuk melaksanakan tes urin secara transparan yang nantinya dapat didampingi langsung oleh BNNP Sulbar bersama BADKO HMI Sulbar. Langkah ini bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.

Menurut Ince, upaya pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan terhadap para pelaku. Pengawasan dan pemeriksaan secara terbuka juga perlu dimulai dari lingkungan pemerintahan sebagai institusi yang menjadi teladan bagi masyarakat.

“Jika kita serius ingin menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba, maka keberanian untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara terbuka harus dimulai dari diri kita sendiri dan dari institusi yang mengemban amanah pelayanan publik,” ujarnya.

BADKO HMI Sulbar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika di Sulawesi Barat.

Organisasi tersebut berharap sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat semakin diperkuat guna mewujudkan daerah yang bersih dari narkoba.

“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Dukungan terhadap BNNP Sulbar dan keberanian melakukan evaluasi di lingkungan masing-masing menjadi langkah penting untuk menjaga masa depan generasi muda dan mewujudkan Sulawesi Barat yang bebas dari ancaman narkotika,” tutupnya. (*Mull)

Baca Juga  LPPD Sulbar Targetkan Prestasi Gemilang di Kompetisi Paduan Suara Nasional

Editor: Basribas

Iklan