Pangdam XXIII/Palaka Wira Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Polman, Bupati: Penantian Puluhan Tahun Akhirnya Terjawab
POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud menyampaikan apresiasi kepada Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar beserta jajaran, Korem 142/Tatag dan Kodim 1402/Polman atas dukungan pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat untuk membuka akses wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan saat peresmian Jembatan Perintis Garuda yang membentang di atas Sungai Bulu Bawang, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Kamis. Peresmian dilakukan langsung oleh Pangdam XXIII/Palaka Wira bersama Bupati Polewali Mandar, Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Hartono, S.I.P., M.M., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pejabat utama Kodam XXIII/Palaka Wira.
Menurut Samsul Mahmud, kehadiran jembatan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
“Alhamdulillah, ini merupakan program yang luar biasa karena mampu membuka akses ekonomi, pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat sehingga dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Polewali Mandar,” ujar Samsul.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut menjadi jawaban atas harapan masyarakat yang telah menanti selama puluhan tahun. Keterbatasan kemampuan anggaran daerah selama ini membuat sejumlah kebutuhan infrastruktur belum dapat dipenuhi secara optimal.
Karena itu, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting yang memungkinkan pembangunan infrastruktur tersebut dapat terwujud.
Bupati juga berharap program Jembatan Perintis Garuda dapat terus berlanjut melalui realisasi usulan pembangunan 45 unit jembatan di berbagai wilayah Polewali Mandar. Usulan tersebut terdiri atas jembatan gantung, jembatan Armco, dan jembatan beton yang diproyeksikan untuk membuka akses daerah-daerah yang masih mengalami keterbatasan transportasi.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan dukungannya sehingga pembangunan jembatan di Kabupaten Polewali Mandar dapat terlaksana,” katanya.
Sementara itu, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan implementasi arahan Presiden Republik Indonesia untuk mempercepat pembukaan akses wilayah dan mengurangi keterisolasian masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
Menurut Pangdam, akses transportasi yang memadai merupakan salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Infrastruktur yang baik akan memperlancar distribusi barang dan jasa, mempercepat mobilitas masyarakat, meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di kawasan pedesaan.
“Pada intinya, kami melaksanakan perintah Bapak Presiden untuk membuka akses masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat semakin baik dan maju,” ujar Pangdam.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga menyampaikan pantun yang disambut antusias oleh masyarakat yang hadir.
“Burung Garuda terbang perkasa, hinggap sejenak di pohon meranti. Jembatan Garuda berdiri menyambung desa, menghubungkan hati dan membangun negeri Polewali Mandar.”
Pangdam berharap jembatan yang telah dibangun dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat bersama aparat kewilayahan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Jembatan Perintis Garuda dibangun melalui kolaborasi Kodim 1402/Polman dan masyarakat setempat. Jembatan sepanjang 45 meter tersebut menghubungkan Dusun Bulu Bawang, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali dengan Kelurahan Manding, Kecamatan Polewali.
Pembangunan yang diselesaikan dalam waktu 37 hari itu diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, memperluas akses pendidikan bagi pelajar, serta memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan.
Lebih dari sekadar penghubung dua wilayah, Jembatan Perintis Garuda menjadi simbol hadirnya kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Infrastruktur ini diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan sekitar. (*rls)
Editor: Basribas



