Shared Berita

MAMUJU, Sulbarpos.com – Komitmen membangun masa depan olahraga tenis di Sulawesi Barat kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Turnamen Tenis Yunior Nasional TDP Kelompok Umur Piala Ketua Umum Pelti Sulawesi Barat. Kejuaraan yang diikuti 113 atlet muda dari empat provinsi ini resmi dibuka Ketua Umum Pelti Sulawesi Barat, Ajbar Abdul Kadir, di Lapangan Tenis Pelti Manakarra, Mamuju, Jumat.

Turnamen nasional yang telah masuk dalam kalender resmi Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) tersebut menjadi momentum penting bagi pembinaan atlet usia dini. Selain memperebutkan gelar juara, setiap pertandingan juga menghasilkan poin peringkat nasional sehingga menjadi ajang strategis bagi para petenis muda untuk meningkatkan prestasi dan daya saing menuju level yang lebih tinggi.

Sebanyak 113 atlet tampil mewakili empat provinsi, yakni Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Selatan. Mereka bertanding pada kategori kelompok umur 10, 12, 14, 16, hingga 18 tahun putra maupun putri. Seluruh pertandingan berlangsung di dua arena, yaitu Lapangan Tenis Pelti Manakarra Mamuju dan Lapangan Tenis Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Barat.

Saat membuka kejuaraan, Ketua Umum Pelti Sulawesi Barat, Ajbar Abdul Kadir, menegaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam mencetak atlet tenis yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di masa mendatang.

Menurut Ajbar, status turnamen yang telah diakui Pelti Pusat sebagai turnamen nasional memberikan nilai tambah bagi peserta karena setiap kemenangan akan berkontribusi terhadap perolehan poin peringkat nasional.

“Turnamen ini bukan sekadar mengejar gelar juara. Yang jauh lebih penting adalah memberi ruang bagi atlet-atlet muda untuk terus berkembang, memperkuat mental bertanding, serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus prestasi tenis Indonesia,” ujar Ajbar. Kamis (25/6/2026)

Anggota DPR RI tersebut menilai pembinaan atlet tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara organisasi olahraga, pemerintah daerah, pelatih, orang tua, sekolah, hingga seluruh pemangku kepentingan agar proses pembinaan berlangsung berkesinambungan dan mampu melahirkan atlet berkualitas.

Baca Juga  Gubernur Kaltim Terpilih Rudi Mas’ud Ziarah ke Sulbar, Silaturahmi atau Sinyal Kerja Sama?

Ia juga menyebut momentum libur sekolah merupakan waktu yang tepat bagi keluarga untuk memberikan dukungan penuh kepada anak-anak dalam mengikuti berbagai kejuaraan. Menurutnya, olahraga tidak hanya membentuk kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan karakter disiplin, sportivitas, tanggung jawab, serta semangat bekerja keras sejak usia dini.

Sementara itu, Sekretaris Panitia, Riny Hadiwijaya, mengungkapkan tingginya antusiasme peserta terlihat dari terus bertambahnya jumlah pendaftar hingga batas akhir registrasi. Kondisi tersebut membuat jumlah peserta mencapai 113 atlet dari berbagai daerah.

Ia menjelaskan penyelenggaraan turnamen ini memang difokuskan sebagai wadah pembinaan atlet muda agar memperoleh pengalaman bertanding yang lebih banyak sekaligus menjadi tolok ukur perkembangan kemampuan mereka dalam kompetisi resmi.

“Semakin banyak atlet mengikuti pertandingan, semakin terasah kemampuan teknik, strategi, dan mental mereka. Proses kompetisi seperti inilah yang akan melahirkan atlet-atlet berprestasi di masa depan,” kata Riny.

Sebagai tuan rumah, Sulawesi Barat menurunkan atlet-atlet terbaik yang berasal dari lima kabupaten, yakni Pasangkayu, Mamuju Tengah, Majene, Polewali Mandar, dan Mamuju. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa pembinaan tenis di daerah terus berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Ajbar berharap Turnamen Tenis Yunior Nasional ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, melainkan menjadi titik awal lahirnya ekosistem pembinaan olahraga yang semakin kuat di Sulawesi Barat. Ia mengajak seluruh pengurus Pelti, pemerintah, pelatih, orang tua, dunia pendidikan, serta masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi demi mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Baginya, investasi terbesar dalam dunia olahraga bukan hanya membangun fasilitas, tetapi juga membangun manusia. Dari lapangan tenis di Mamuju, bibit-bibit atlet masa depan mulai ditempa dengan semangat kompetisi, sportivitas, dan kerja keras.

Baca Juga  Wakapolda Sulbar Pimpin Apel Siaga, Pastikan Natal dan Tahun Baru Aman

Harapannya, langkah kecil para petenis yunior hari ini akan menjadi awal lahirnya juara-juara baru yang kelak membawa nama Sulawesi Barat dan Indonesia berkibar di berbagai panggung internasional.

Turnamen Tenis Yunior Nasional TDP Kelompok Umur Piala Ketua Umum Pelti Sulawesi Barat menjadi salah satu agenda pembinaan atlet usia dini yang mendukung sistem peringkat nasional Pelti. Kejuaraan ini diharapkan berlangsung secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mencetak regenerasi atlet tenis Indonesia yang kompetitif dan berkarakter. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan