Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com — Personel Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Polewali Mandar di bawah jajaran Lanal Mamuju bergerak bersama Satgas Karhutla dan sejumlah unsur terkait untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Pulau Battoa, Dusun Kapejang, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar pada juma’at malam (11/9/2026).

Kebakaran yang diperkirakan menghanguskan lahan sekitar 30 hektare tersebut membakar sejumlah vegetasi, di antaranya rumpun bambu, pohon kelapa, serta ilalang kering yang berada di kawasan perbukitan Pulau Battoa.

Komandan Posal Polewali Mandar, Joko Purnomo, bersama personelnya terlibat langsung dalam upaya pemadaman dengan bersinergi bersama unsur TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Basarnas, UPTD Pemadam Kebakaran, serta masyarakat setempat.

Medan yang berada di wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Lokasi kebakaran tidak dapat dijangkau secara langsung menggunakan armada pemadam kebakaran sehingga personel harus menyeberangi laut menggunakan perahu warga dan perahu karet milik Basarnas.

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran, Imran, mengatakan kondisi geografis menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman.

Menurutnya, armada pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api secara langsung karena akses menuju lokasi harus melalui jalur laut. Kondisi tersebut membuat petugas harus menggunakan peralatan yang tersedia di lapangan.

“Kami kesulitan menjangkau lokasi karena aksesnya harus mengarungi lautan. Armada pemadam tidak dapat mencangkau lokasi sehingga pemadaman dilakukan dengan alat seadanya,” ujar Imran.

Ia menjelaskan, petugas kemudian menggunakan perahu milik warga dan perahu karet Basarnas untuk mencapai titik kebakaran. Dalam proses pemadaman, petugas juga mendapat bantuan dari masyarakat setempat.

“Kami harus naik perahu warga dan perahu karet milik Basarnas untuk menjangkau lokasi. Kami juga dibantu warga dalam pemadaman lahan,” katanya.

Baca Juga  Bangga dengan Budaya Mandar, Ketua DPC PKB Kab.Polman Kendarai Saiyang Pattudu Menuju KPUD

Sementara itu, Komandan Posal Polewali Mandar, Joko Purnomo, mengatakan kobaran api cepat meluas karena kondisi ilalang yang sudah mengering serta hembusan angin yang cukup kencang.

“Api cepat merambat karena ilalang sudah kering dan hembusan angin cukup kencang. Kebakaran juga terjadi di kawasan perbukitan pulau,” jelas Joko.

Meski menghadapi medan yang sulit, Joko menyebut penanganan Karhutla dapat dilakukan melalui sinergi lintas unsur bersama masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan Posal Polewali Mandar merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendukung penanganan bencana dan menjaga keamanan wilayah pesisir serta kepulauan di Kabupaten Polewali Mandar.

“Kebakaran dapat diatasi berkat sinergi semua pihak bersama warga,” ujarnya.

Penanganan Karhutla di Pulau Battoa tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam menghadapi bencana di wilayah kepulauan. Kondisi geografis yang sulit dijangkau membutuhkan koordinasi cepat antara unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, Basarnas, Manggala Agni, pemadam kebakaran dan masyarakat.

Posal Polewali Mandar di bawah jajaran Lanal Mamuju memastikan dukungan personel di lapangan terus diberikan bersama unsur terkait, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat yang terjadi di wilayah pesisir dan pulau-pulau di Polewali Mandar. (*Mull)

Editor: Basribas

Iklan