POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Membangun masyarakat yang maju tidak cukup hanya dengan menyediakan buku dan mengajak warga gemar membaca. Kemampuan memahami informasi, mengasah keterampilan, berpikir kritis hingga mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan menjadi bagian penting dari literasi yang menentukan kualitas sumber daya manusia.
Pesan tersebut mengemuka dalam pembukaan Festival Literasi Kabupaten Polewali Mandar yang digelar di Sport Centre Madatte, Kecamatan Polewali, Rabu (16/9/2026).
Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus (PPUK) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Dra. Nani Suryani, mendorong Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menjadikan peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah.
Dorongan itu disampaikan Nani Suryani di hadapan Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud, jajaran pemerintah daerah, pegiat literasi serta peserta Festival Literasi Polewali Mandar.
Menurut Nani, penguatan literasi membutuhkan gerakan yang dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, organisasi masyarakat, insan pers hingga masyarakat perlu mengambil peran agar budaya literasi tidak berhenti pada kegiatan membaca, tetapi berkembang menjadi kemampuan masyarakat dalam memperoleh, memahami dan memanfaatkan informasi.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil kajian tahun 2025, IPLM Sulawesi Barat tercatat 25,72, sedangkan IPLM Kabupaten Polewali Mandar disebut berada pada angka 0,2.
Angka tersebut, kata Nani, perlu menjadi bahan perhatian sekaligus evaluasi bagi pemerintah daerah. Menurutnya, peningkatan IPLM tidak hanya berkaitan dengan keberadaan perpustakaan, tetapi juga efektivitas berbagai program yang mendorong masyarakat untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.
“Berdasarkan hasil kajian tahun 2025, IPLM di Sulawesi Barat berada pada angka 25,72. Sementara Kabupaten Polewali Mandar berada pada angka 0,2. Pak Bupati, kami mohon ke depan hal ini menjadi salah satu bahan evaluasi. Mari kita jadikan peningkatan IPLM sebagai gerakan bersama,” kata Nani Suryani.
Sorotan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Polewali Mandar untuk memperkuat pembangunan literasi secara lebih terukur. Data mengenai IPLM dapat menjadi salah satu bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana program pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan benar-benar memberikan dampak terhadap kemampuan masyarakat dalam belajar dan mengembangkan diri.
Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud menegaskan, pembangunan literasi harus diarahkan pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Menurutnya, pemahaman tentang literasi perlu diperluas. Literasi bukan hanya persoalan seberapa banyak buku yang dibaca masyarakat, tetapi juga menyangkut kemampuan seseorang untuk belajar, memahami informasi, memiliki keterampilan dan mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya.
“Hal yang paling penting adalah bagaimana manfaat dari kegiatan ini dapat dirasakan oleh masyarakat kita. Bagaimana kita bisa hadir untuk memberikan edukasi dan informasi, sehingga kita dapat bersama-sama membangun masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar,” ujar Samsul Mahmud.
Ia mengatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian penting yang harus terus diperkuat. Karena itu, berbagai kegiatan literasi dinilai memiliki relevansi dengan upaya pemerintah daerah membangun masyarakat yang lebih berpengetahuan dan mampu menghadapi perubahan.
“Salah satu indikator yang perlu menjadi perhatian adalah kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, saya kira kegiatan hari ini sangat relevan. Kami membutuhkan dukungan, terutama dalam penguatan literasi dan minat baca masyarakat,” katanya.
Samsul Mahmud menilai masyarakat yang memiliki kemampuan mengakses dan memahami informasi akan memiliki bekal lebih baik dalam menghadapi perubahan sosial, perkembangan teknologi serta berbagai tantangan di masa mendatang.
Karena itu, ia berharap Festival Literasi Polewali Mandar tidak berhenti sebagai agenda tahunan atau kegiatan seremonial. Momentum tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan yang terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Festival Literasi Kabupaten Polewali Mandar berlangsung selama tiga hari, 16-18 September 2026, di Sport Centre Madatte.
Berbagai stan hadir dalam kegiatan tersebut dengan melibatkan organisasi perangkat daerah, komunitas literasi, instansi, perguruan tinggi hingga organisasi jurnalis. Masing-masing menghadirkan informasi, program, karya maupun aktivitas yang berkaitan dengan pengembangan literasi.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau perpustakaan, tetapi membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk dunia pendidikan, komunitas, media dan masyarakat.
Festival ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kepada masyarakat berbagai bentuk literasi yang berkembang seiring perubahan zaman, termasuk literasi informasi dan digital yang semakin penting di tengah derasnya arus informasi.
Bukan Sekadar Festival, Tantangannya Ada Setelah Acara Berakhir
Peningkatan IPLM Polewali Mandar pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh meriahnya festival atau banyaknya kegiatan membaca. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan program literasi memiliki kesinambungan, berbasis data dan mampu menjangkau masyarakat secara luas.
Penguatan perpustakaan, peningkatan kualitas program, kolaborasi lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi sejumlah faktor yang perlu terus diperhatikan.
Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, mengemukakan bahwa literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat terus belajar, memahami informasi, memiliki keterampilan dan mampu mengambil keputusan.
Pandangan tersebut menempatkan literasi sebagai bagian dari proses pembangunan sumber daya manusia, bukan sekadar aktivitas membaca buku.
Sorotan terhadap angka IPLM dapat menjadi momentum evaluasi sekaligus dorongan untuk memperkuat gerakan literasi di Polewali Mandar. Festival boleh berakhir, tetapi gerakan membangun masyarakat yang gemar belajar, cakap memahami informasi dan mampu mengambil keputusan harus terus berjalan. (*bas)
Editor: Basribas




