Azwar Jasin Buka Suara soal PENA Sulbar di Festival Literasi Polman: Jurnalis Juga Bergerak di Ranah Literasi
POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca buku. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan masyarakat dalam memahami, mengolah, memeriksa, hingga menyampaikan informasi secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dari gerakan literasi.
Semangat tersebut turut dihadirkan Perkumpulan Media Sulawesi Barat (PENA Sulbar) dalam Festival Literasi Kabupaten Polewali Mandar 2026. PENA Sulbar mengambil bagian dengan membuka tenant yang tidak hanya menampilkan aktivitas organisasi, tetapi juga memperkenalkan dunia jurnalistik kepada masyarakat.
Kehadiran PENA Sulbar menjadi salah satu ruang edukasi bagi pengunjung untuk melihat lebih dekat bagaimana seorang jurnalis bekerja dalam mencari, mengolah, memverifikasi, hingga menghasilkan sebuah berita.
Ketua PENA Sulbar, Huzair Zainal, mengatakan keikutsertaan organisasi yang dipimpinnya dalam Festival Literasi Polman 2026 diarahkan untuk mendekatkan profesi jurnalistik kepada masyarakat.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa setiap berita yang dibaca melalui media massa maupun platform digital memiliki proses panjang sebelum dipublikasikan.
“Di tenant PENA Sulbar kami memperlihatkan alat-alat yang dipakai oleh jurnalis dalam bekerja dari masa ke masa. Kami ingin masyarakat bisa melihat secara langsung bagaimana perkembangan pekerjaan jurnalistik,” ujar Huzair kepada awak media di lokasi kegiatan, Kamis (17/9/2026).
Beragam perlengkapan jurnalistik ditampilkan di tenant tersebut. Mulai dari mesin ketik yang pernah digunakan dalam proses penulisan berita pada masa lalu, termasuk era kolonial hingga sekitar 1990-an, hingga perlengkapan jurnalistik modern seperti buku catatan, alat perekam, kamera dan tripod.
Bagi PENA Sulbar, keberadaan berbagai peralatan tersebut bukan sekadar pajangan. Peralatan itu menjadi bagian dari edukasi untuk memperlihatkan perubahan teknologi jurnalistik sekaligus perjalanan profesi wartawan dari masa ke masa.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa seperti inilah cara sebuah berita diproduksi. Tenant ini juga kami gunakan sebagai basecamp sementara untuk memproduksi berita selama kegiatan berlangsung,” kata Huzair.
Dengan konsep tersebut, tenant PENA Sulbar sekaligus menjadi ruang interaksi antara jurnalis dan masyarakat. Pengunjung dapat melihat secara langsung proses kerja media, mulai dari aktivitas peliputan hingga pengolahan informasi menjadi produk jurnalistik.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Polewali Mandar, Azwar Jasin, mengapresiasi partisipasi PENA Sulbar dalam Festival Literasi Polewali Mandar 2026.
Menurut Azwar, keterlibatan organisasi media dalam kegiatan literasi memiliki nilai penting karena pers merupakan salah satu bagian dari ekosistem penyebaran informasi kepada masyarakat.
“Kehadiran PENA Sulbar ini tentu sangat penting karena merupakan mitra kita, khususnya dalam bidang media. Kehadiran teman-teman PENA Sulbar untuk mengambil bagian dalam kegiatan ini sangat mendukung pelaksanaan Festival Literasi,” ujar Azwar.
Ia menilai profesi jurnalis juga memiliki keterkaitan erat dengan gerakan literasi. Melalui karya jurnalistik, informasi yang telah dihimpun dan diolah dapat menjadi bahan pengetahuan bagi masyarakat.
Karena itu, Azwar berharap insan pers dapat terus mengambil peran dalam menyebarluaskan informasi yang edukatif dan membangun, terutama berbagai kegiatan positif yang berlangsung di Kabupaten Polewali Mandar.
“Jurnalis juga bergerak dalam ranah literasi. Kami berharap setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat dibantu publikasinya secara positif oleh teman-teman jurnalis,” katanya.
Azwar menambahkan, hubungan antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Polewali Mandar dengan PENA Sulbar selama ini berjalan baik. Ruang partisipasi yang diberikan kepada PENA Sulbar dalam Festival Literasi menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi dalam membangun budaya literasi masyarakat.
“Hubungan kami dengan PENA Sulbar saat ini sebagai mitra juga sangat baik. Oleh karena itu, kami memberikan ruang kepada PENA Sulbar untuk berpartisipasi. Alhamdulillah, direspons dengan baik dan hadir di sini untuk mengisi stan yang telah kami siapkan,” tuturnya.
Festival Literasi Polewali Mandar 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan buku dan budaya membaca. Kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memahami berbagai bentuk literasi yang berkembang seiring perubahan zaman.
Kehadiran PENA Sulbar melalui tenant jurnalistik menjadi salah satu upaya memperkenalkan literasi media dan literasi informasi, terutama di tengah semakin cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial dan platform digital.
Masyarakat tidak hanya dituntut mampu membaca informasi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan membedakan informasi yang benar, memahami sumber informasi, serta bersikap kritis sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
PENA Sulbar berharap kehadirannya dalam Festival Literasi Polman 2026 dapat menjadi ruang edukasi sekaligus membuka pemahaman baru bahwa pekerjaan jurnalistik memiliki proses, etika dan tanggung jawab dalam menghasilkan informasi untuk publik.
Festival Literasi Polewali Mandar 2026 pun menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu ruang pembelajaran. Dari buku hingga media, dari membaca hingga memproduksi informasi, semuanya menjadi bagian dari gerakan literasi yang terus berkembang.
Perkumpulan Media Sulawesi Barat (PENA Sulbar) ikut meramaikan Festival Literasi Kabupaten Polewali Mandar 2026 dengan mengisi salah satu tenant yang disiapkan panitia.
Tenant tersebut dimanfaatkan sebagai ruang edukasi jurnalistik, sekaligus menjadi tempat bagi pengurus PENA Sulbar menjalankan aktivitas peliputan dan produksi berita selama festival berlangsung. (*bas).
Editor: Basribas



