Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Gerakan literasi tidak hanya tumbuh dari ruang kelas dan rak-rak buku. Kehadiran media dan jurnalis juga memiliki peran penting dalam memperluas pengetahuan masyarakat melalui informasi yang faktual, edukatif, dan bertanggung jawab.

Semangat itulah yang terlihat dalam Festival Literasi Polewali Mandar 2026. Perkumpulan Media Sulawesi Barat (PENA Sulbar) turut mengambil bagian dengan membuka tenant yang menampilkan berbagai aktivitas dan karya jurnalistik sebagai bagian dari upaya memperkenalkan literasi media kepada masyarakat.

Partisipasi tersebut mendapat perhatian dari Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Polewali Mandar, Kompol Andri Aryansyah, yang menyempatkan diri mengunjungi tenant PENA Sulbar di lokasi Festival Literasi Polewali Mandar, Kamis (17/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan Polres Polewali Mandar terhadap keterlibatan PENA Sulbar dalam kegiatan yang mendorong penguatan budaya literasi di tengah masyarakat.

Kompol Andri menilai kehadiran organisasi media dalam festival literasi memiliki keterkaitan yang kuat dengan dunia jurnalistik. Menurutnya, jurnalis tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membantu masyarakat memahami informasi secara tepat.

“Kami tentu men-support kehadiran PENA Sulbar di Festival Literasi. Jurnalis kan erat kaitannya dengan literasi. Jadi, kami rasa partisipasi PENA Sulbar relevan dengan profesi yang dinaunginya,” kata Kompol Andri Aryansyah saat berada di tenant PENA Sulbar.

Ia berharap keterlibatan PENA Sulbar dalam gerakan literasi tidak berhenti pada Festival Literasi Polewali Mandar 2026. Menurutnya, kolaborasi dan keterlibatan organisasi media dalam kegiatan edukasi masyarakat masih dapat terus diperluas.

“Kami berharap PENA Sulbar ke depannya bisa semakin masif melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan penguatan literasi untuk masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  BK DPRD Polman Nyatakan Oknum RN Langgar Etik, Kasus Siap Diparipurnakan—Jurnalis Desak Ketegasan Partai

Harapan tersebut sekaligus membuka ruang bagi media untuk mengambil peran yang lebih luas dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilah, memahami, dan menyebarkan informasi secara bertanggung jawab.

Ketua PENA Sulbar, Huzair Zainal, menyambut baik kunjungan Wakapolres Polewali Mandar tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Polres Polewali Mandar terhadap partisipasi PENA Sulbar dalam Festival Literasi.

“Kehadiran PENA Sulbar di Festival Literasi ini tidak terlepas dari dukungan penuh yang ditunjukkan oleh Polres Polewali Mandar,” ungkap Huzair.

Huzair menegaskan, keterlibatan PENA Sulbar dalam Festival Literasi Polewali Mandar menjadi bagian dari komitmen organisasi media untuk ikut memperkuat pemahaman masyarakat terhadap informasi, khususnya di tengah derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, literasi media menjadi semakin penting karena masyarakat setiap hari berhadapan dengan beragam informasi dari berbagai sumber. Karena itu, kemampuan membaca, memahami, memeriksa, dan menyikapi informasi secara kritis perlu terus ditumbuhkan.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk institusi kepolisian, dinilai dapat memperkuat kolaborasi antara media, pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang lebih luas.

Kehadiran Wakapolres Polewali Mandar di tenant PENA Sulbar juga menjadi pesan bahwa gerakan literasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Media tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi dapat mengambil bagian dalam membangun masyarakat yang lebih kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan informasi.

Festival Literasi Polewali Mandar 2026 pun diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu mendorong gerakan literasi yang berkelanjutan. PENA Sulbar menyatakan siap mengambil bagian dalam ruang-ruang kolaborasi yang bertujuan memperluas manfaat literasi bagi masyarakat Polewali Mandar. (*bas)

Editor: Basribas

Iklan