POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com — Kemarau berkepanjangan yang berdampak pada ketersediaan air bersih mendorong masyarakat di Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, menggelar Salat Istisqa atau salat meminta hujan, Minggu (27/9/2026).
Salat Istisqa tersebut berlangsung di Lapangan Sepak Bola Asrama 721 Kompi B Makkasau, Jalan Mr. Muh. Yamin, Lingkungan Belawa, Kelurahan Madatte. Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WITA dan diikuti pengurus Masjid Nurul Muqarrabin, personel Kompi B Senapan Yonif 721 Makkasau, serta masyarakat setempat.
Kapolsek Polewali IPTU Syahrul, S.H., M.H., turut hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus memantau situasi keamanan dan ketertiban selama rangkaian ibadah berlangsung.
Pelaksanaan Salat Istisqa menjadi bentuk ikhtiar masyarakat untuk menghadapi kondisi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang. Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap ketersediaan sumber air bersih yang dibutuhkan masyarakat di sejumlah wilayah sekitar.
“Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar dan doa bersama masyarakat untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan.”
Rangkaian kegiatan diawali dengan Salat Istisqa secara berjamaah. Setelah salat selesai, jamaah kemudian mengikuti ceramah atau kultum yang disampaikan Ustadz Drs. Alhusari Latif.
Dalam kegiatan tersebut, kehadiran Kapolsek Polewali tidak hanya berkaitan dengan pemantauan keamanan. Momen tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi dan silaturahmi antara kepolisian, unsur TNI, pengurus masjid, serta masyarakat yang mengikuti kegiatan.
Situasi selama pelaksanaan Salat Istisqa berjalan aman, tertib dan khidmat. Masyarakat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan.
Melalui doa bersama tersebut, masyarakat berharap hujan segera turun sehingga kondisi sumber air yang terdampak kemarau dapat kembali membaik dan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi.
Kegiatan Salat Istisqa ini sekaligus menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam menyikapi persoalan lingkungan dan kebutuhan dasar secara bersama-sama, dengan mengedepankan ikhtiar, doa, serta kepedulian terhadap kondisi sesama. (*rls)
Editor: Basribas




