Bupati Polman Samsul Mahmud Berduka, Kenang Annang Guru Syibli Sahabuddin sebagai Ulama dan Tokoh Politik Berkarisma
Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Annang Guru Syibli Sahabuddin, ulama kharismatik dan tokoh politik Sulawesi Barat.
POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kehilangan salah satu sosok ulama kharismatik sekaligus tokoh politik yang disegani. Kepergian KH. Muhammad Syibli Sahabuddin atau yang akrab disapa Annang Guru Syibli Sahabuddin meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat, khususnya kalangan santri, tokoh agama, dan masyarakat yang mengenal sosok almarhum.
Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya ulama yang dikenal sebagai guru dalam tradisi tarekat Qadiriyah tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan seluruh masyarakat Polewali Mandar, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ke rahmatullah Annang Guru Syibli Sahabuddin. Kita semua kehilangan sosok kiai, guru, dan tokoh politik yang memiliki kharisma serta pengabdian besar kepada masyarakat,” ujar Samsul Mahmud. Senin (12/10/2026)
Ungkapan duka itu disampaikan Bupati Samsul Mahmud saat memberikan kata pengantar di hadapan para pelayat setelah pelaksanaan salat jenazah di Masjid Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman).
Dalam suasana haru, Samsul Mahmud mengenang almarhum sebagai sosok yang memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Selain dikenal sebagai ulama, Annang Guru Syibli Sahabuddin juga merupakan tokoh politik yang berpengaruh dan memiliki kharisma dalam kehidupan sosial kemasyarakatan di Polewali Mandar.
Menurutnya, kepergian almarhum bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar, tetapi juga bagi masyarakat yang selama ini menjadikan beliau sebagai panutan dan tempat menimba ilmu serta nasihat.
Usai menyampaikan belasungkawa, Bupati Samsul Mahmud turut mengantarkan jenazah almarhum menuju tempat peristirahatan terakhir di Lembang, Kabupaten Majene.
Kehadiran Bupati hingga prosesi pemakaman menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada sosok ulama dan tokoh masyarakat yang telah memberikan kontribusi dalam kehidupan keagamaan dan politik di Sulawesi Barat.
Kepergian Annang Guru Syibli Sahabuddin meninggalkan kenangan dan keteladanan bagi masyarakat. Dedikasi almarhum dalam membimbing umat dan kiprahnya di dunia politik diharapkan tetap menjadi bagian dari warisan nilai yang dikenang oleh generasi penerus.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di sisi terbaik-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi kehilangan ini. (*Bas)
Editor: Basribas



