Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Pergantian pejabat struktural di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan koordinasi internal, serta mendorong kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung pada Selasa (13/10/2026) tersebut merupakan bagian dari penyesuaian struktur tugas dan tanggung jawab pejabat di lingkungan pemerintah daerah. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan administrasi sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program dan pelayanan rumah sakit.

Dua pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan tersebut adalah Cakra Manggabarani yang kini menjabat Kepala Subbagian Perencanaan RSUD Wonomulyo, serta Budhi Perwira Bhakti yang dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha RSUD Wonomulyo.

Sementara itu, Asmelya Riyasanti yang sebelumnya menjabat Kepala Subbagian Tata Usaha RSUD Wonomulyo mendapat penugasan baru sebagai Kepala Subbagian Keuangan dan Verifikasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.

Adapun Ali Usman, yang sebelumnya menjabat Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan RSUD Wonomulyo, kini mengemban amanah sebagai Kepala Seksi Perekonomian, Pembangunan, dan Pendapatan di Kantor Kecamatan Tapango.

Direktur RSUD Wonomulyo, Dr. Arfah, menegaskan bahwa pergantian dan penempatan pejabat merupakan bagian dari dinamika organisasi birokrasi. Namun, menurutnya, setiap perubahan jabatan harus diikuti dengan komitmen untuk menjaga kesinambungan pekerjaan serta meningkatkan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap para pejabat yang memperoleh penugasan baru mampu menjalankan amanah secara profesional, disiplin, dan bertanggung jawab, sekaligus beradaptasi dengan lingkungan kerja serta tantangan yang dihadapi pada posisi masing-masing.

“Setiap jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme. Yang terpenting adalah bagaimana setiap pejabat mampu melaksanakan tugas sesuai fungsi masing-masing dan memberikan kontribusi nyata bagi organisasi,” demikian penekanan yang sejalan dengan harapan Direktur RSUD Wonomulyo terhadap para pejabat yang menjalankan tugas baru.

Baca Juga  Apa Gebrakan Andi Ibrahim Masdar untuk PORDI Sulbar? 2.048 Pemain Jadi Sinyal Kekuatan Besar Mandar Domino

Dr. Arfah juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dan sinergi lintasbidang. Menurutnya, pengelolaan rumah sakit tidak hanya bergantung pada pelayanan medis, tetapi juga ditopang oleh perencanaan yang terarah, administrasi yang tertib, serta pengembangan layanan yang berkelanjutan.

Karena itu, seluruh jajaran RSUD Wonomulyo diharapkan terus membangun kolaborasi yang efektif agar setiap program dan kebijakan dapat berjalan secara terukur, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Penugasan sejumlah pejabat tersebut merupakan bagian dari penyegaran birokrasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui mutasi pejabat administrasi dan fungsional pada 7 Oktober 2026.

Dalam mutasi tersebut, sebanyak 232 pejabat disebut mengalami perubahan penugasan sebagai bagian dari penataan organisasi dan penyesuaian kebutuhan pemerintahan daerah.

Kebijakan rotasi dan penempatan pejabat diharapkan dapat memperkuat kapasitas organisasi, meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, serta memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan secara optimal.

Di lingkungan RSUD Wonomulyo, penguatan fungsi perencanaan, tata usaha, administrasi, dan pengembangan layanan menjadi aspek penting untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi.

Meski demikian, keberhasilan penyegaran birokrasi pada akhirnya perlu diukur melalui peningkatan kinerja, kualitas tata kelola, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat sebagai penerima layanan.

Melalui sertijab ini, para pejabat diharapkan segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing, menjaga integritas, serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan publik. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan