Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Semangat pelestarian budaya kembali bergema di Kabupaten Polewali Mandar. Pemerintah daerah secara resmi membuka ajang Pemilihan Cicci Kaco (Putra-Putri) dan Lomba Lagu Mandar 2026, sebuah panggung strategis yang disiapkan untuk melahirkan generasi muda berkarakter sekaligus penjaga identitas lokal di tengah tantangan globalisasi.

Pembukaan berlangsung di Gedung Mandar Convention Center (Gadis), Senin (2/2/2026), dan diresmikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, DR. Aco Musaddad HM, yang hadir mewakili Bupati Polewali Mandar.

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, ditegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud komitmen pemerintah dalam merawat nilai Malaqbi—falsafah hidup masyarakat Mandar—agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

Menurutnya, Pemilihan Cicci Kaco tidak boleh dipandang sekadar seremoni tahunan atau ajang unjuk pesona. Lebih jauh, kompetisi ini diarahkan untuk menemukan figur muda yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga memiliki kecerdasan, adab, serta pemahaman kuat terhadap warisan budaya daerah.

“Yang kita cari adalah generasi yang mampu menjadi representasi Mandar—beretika, berwawasan, dan siap membawa nilai luhur ke ruang yang lebih luas,” ujar Aco Musaddad saat membacakan pesan Bupati.

Sementara itu, Lomba Lagu Mandar dinilai memiliki peran penting sebagai medium emosional untuk menjaga keberlangsungan bahasa ibu. Melalui musik, pesan-pesan leluhur diharapkan dapat diteruskan kepada generasi Z hingga Alpha tanpa kehilangan makna.

Pemerintah daerah juga menitipkan pesan khusus kepada seluruh peserta agar menjadikan ajang ini sebagai ruang pembentukan karakter, bukan sekadar arena kompetisi.

“Jangan hanya mengenakan busana adat, tetapi hiduplah dengan karakter orang Mandar—jujur, berani, dan santun dalam setiap tindakan,” tegasnya.

Baca Juga  Polres Polman Ungkap Kasus Pencurian Besar-Besaran di Rumah Dinas Dokter RSUD Hj. Andi Depu

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa generasi muda memegang peranan penting dalam menentukan arah keberlanjutan budaya lokal.

Di balik misi budaya, Pemkab Polewali Mandar melihat event ini sebagai peluang strategis untuk menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Jika dikemas secara konsisten dan profesional, ajang ini diyakini mampu menarik perhatian publik sekaligus membuka ruang promosi bagi potensi daerah.

Pemerintah pun menyatakan dukungan penuh terhadap panitia dan para tokoh adat yang selama ini berperan menjaga kontinuitas kegiatan budaya di Bumi Mandar.

Acara pembukaan turut dihadiri Ketua Yayasan Badara selaku penyelenggara, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Polewali Mandar Sudrayani dan Iin Sri Nurhaedah, para kepala sekolah, tokoh adat, budayawan, orang tua peserta, serta tamu undangan yang memadati Gedung Gadis.

Dengan mengucap “Bismillah,” DR. Aco Musaddad HM secara resmi membuka rangkaian kompetisi yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Momentum ini sekaligus menandai dimulainya persaingan sehat putra-putri terbaik Mandar untuk tampil sebagai wajah baru budaya daerah.

Ajang Pemilihan Cicci Kaco dan Lomba Lagu Mandar bukan hanya agenda seremonial, tetapi telah berkembang menjadi ruang kaderisasi duta budaya yang diharapkan mampu berperan sebagai promotor pariwisata, penggerak ekonomi kreatif, serta penjaga nilai kearifan lokal.

Ke depan, kegiatan ini diharapkan masuk dalam kalender event unggulan daerah sehingga memberi dampak berkelanjutan—baik bagi penguatan identitas Mandar maupun bagi peningkatan daya saing daerah di tingkat regional hingga nasional.

Dengan lahirnya generasi muda yang bangga terhadap akar budayanya, Polewali Mandar mengirim pesan tegas: modernisasi boleh melaju, namun jati diri tidak boleh pudar. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan