Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Di tengah puing-puing rumah yang hangus dan duka yang masih menyelimuti warga Desa Galung Tuluk, secercah harapan mulai tumbuh. Elemen mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Polewali Mandar bergerak cepat menghadirkan Posko Kemanusiaan sebagai wujud solidaritas nyata bagi para korban kebakaran di Kecamatan Balanipa.

Koordinator Cipayung Plus Polman, Andi Baraq, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari panggilan nurani dan semangat gotong royong lintas organisasi. Ia bersama jajaran organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus—KAMMI, HMI, IMM, PMII, GMNI, LMND, dan GMKI—membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin membantu.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak musibah. Ini bukan sekadar aksi simbolik, tetapi gerakan kolektif kemanusiaan,” ujar Andi Baraq, Minggu (1/3/2026).

Posko Kemanusiaan tersebut dibuka untuk menghimpun berbagai kebutuhan mendesak para korban, mulai dari pakaian layak pakai, selimut, pakaian tebal, alas tidur, perlengkapan bayi, obat-obatan, hingga pakaian dalam. Selain itu, bantuan berupa sembako dan donasi uang tunai juga sangat dibutuhkan guna mendukung pemulihan pascakebakaran.

Masyarakat dapat menyalurkan bantuan secara langsung ke lokasi posko yang berada di sekitar Lampu Merah Masjid Suhada, Polewali Mandar. Tim relawan juga menyediakan layanan penjemputan donasi bagi warga yang tidak sempat datang langsung ke lokasi.

Untuk memudahkan penyaluran bantuan, donasi juga dapat dikirim melalui transfer ke rekening BRI nomor 0403 0109 8303 501 atas nama Muh Amin. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi Andi Baraq di nomor 0857-5784-2010.

Kebakaran yang melanda Desa Galung Tuluk sebelumnya menghanguskan puluhan rumah warga dan memaksa sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal serta harta benda. Dalam situasi darurat seperti ini, dukungan logistik dan solidaritas sosial menjadi kebutuhan utama bagi para korban.

Baca Juga  Menjelang Buka Puasa, Polisi Turun ke Jalan: Patroli Sore Polres Polman Jaga Arus Lalu Lintas Tetap Kondusif

Cipayung Plus Polman menegaskan bahwa kehadiran posko ini bukan hanya untuk mengumpulkan bantuan, tetapi juga sebagai simbol persatuan generasi muda dalam menjawab krisis kemanusiaan. Gerakan ini diharapkan mampu menggugah kesadaran kolektif bahwa musibah yang terjadi bukan hanya duka satu desa, melainkan duka bersama seluruh masyarakat Polewali Mandar.

Di akhir pernyataannya, Andi Baraq mengajak seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, dan komunitas sosial untuk bersinergi dalam mempercepat pemulihan kondisi warga terdampak. “Solidaritas hari ini akan menjadi kekuatan bagi mereka untuk bangkit kembali,” tegasnya.

Cipayung Plus Polman menghadirkan Posko Kemanusiaan sebagai bentuk solidaritas nyata bagi korban kebakaran Desa Galung Tuluk. Gerakan ini membuka partisipasi publik secara luas, sekaligus menegaskan peran strategis organisasi kepemudaan dalam merespons situasi darurat sosial di Kabupaten Polewali Mandar. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan