Sulbarpos.com, Pasangkayu – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pasangkayu menyampaikan ucapan selamat datang kepada Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Pasangkayu, Maddarezki Salatin. Namun, mereka juga mengkritik kondisi Pasangkayu yang dijuluki sebagai “Kabupaten Proyek” karena dinilai terlalu fokus pada proyek-proyek yang tidak mendesak.
Ketua Bidang PTKP HMI Pasangkayu, Sargio, menjelaskan bahwa selama lebih dari 15 tahun, pemerintah daerah lebih banyak mengalokasikan anggaran untuk proyek fisik yang dianggap tidak memiliki urgensi bagi masyarakat. Akibatnya, banyak masalah krusial di Pasangkayu yang masih belum terselesaikan dan bahkan semakin parah.
Beberapa isu yang disorot oleh HMI antara lain konflik hutan lindung, pencemaran lingkungan, peredaran narkoba, serta masalah-masalah terkait hak-hak perempuan. Sargio mencontohkan kasus tragis penemuan mayat bayi perempuan di pantai Desa Sarudu, yang merupakan kampung halaman bupati dan wakil bupati saat ini, yang kembali mencalonkan diri.
Selain itu, tambang galian C ilegal yang semakin marak juga menjadi sorotan HMI. Mereka menilai pemerintah perlu mengambil langkah tegas untuk menangani aktivitas tambang ilegal yang merusak lingkungan.
HMI Pasangkayu berharap, di bawah kepemimpinan Pjs Bupati Maddarezki Salatin, berbagai permasalahan tersebut dapat segera diselesaikan. Mereka menekankan pentingnya perubahan kebijakan yang lebih berpihak kepada kesejahteraan masyarakat dan penegakan hukum.
Menurut HMI, kasus narkotika dan pelanggaran hak-hak perempuan justru mengalami peningkatan selama periode kepemimpinan sebelumnya, yang ironisnya dipimpin oleh wakil bupati perempuan.
HMI menegaskan bahwa Pasangkayu membutuhkan pemimpin yang mampu fokus pada masalah-masalah nyata, seperti peningkatan kesejahteraan sosial dan penegakan hukum yang adil, demi kemajuan daerah secara keseluruhan.
(*/Adv)




