Shared Berita

Sulbarpos.com, Majene – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mengawal pemanfaatan infrastruktur digital agar benar-benar berdampak pada pelayanan publik. Di sela rangkaian Safari Ramadan, Rabu (25/2/2026), Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (KominfoSS) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, turun langsung memantau penggunaan bantuan internet program SULBAR Digital di Kantor Kelurahan Tande Timur, Kabupaten Majene.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan perangkat dan jaringan yang terpasang tidak sekadar menjadi formalitas, tetapi aktif mendukung pelayanan administrasi masyarakat. Ridwan menegaskan, kantor kelurahan merupakan ujung tombak pelayanan publik yang membutuhkan konektivitas stabil dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan transformasi digital tidak berhenti pada pemasangan perangkat. Pemanfaatan maksimal menjadi kunci, mulai dari pelayanan surat-menyurat, pengelolaan data kependudukan, hingga koordinasi berbasis aplikasi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi.

“Kita ingin jaringan ini benar-benar dimanfaatkan dan tetap berlanjut setelah masa stimulan selesai. Harus ada komitmen agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” ujar Ridwan di sela monitoring.

Program SULBAR Digital sendiri merupakan bagian dari visi transformasi digital yang diusung Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S Mengga. Melalui pengawasan langsung di lapangan, Pemprov Sulbar berupaya memastikan pemerataan akses internet menyentuh lini pelayanan dasar, termasuk kantor kelurahan.

Staf Kelurahan Tande Timur, Agus Salim, mengakui bantuan internet tersebut sangat membantu kelancaran pelayanan kepada warga. Jaringan internet, kata dia, juga dapat dimanfaatkan masyarakat di sekitar area perkantoran.

“Jaringannya sangat membantu, apalagi bisa diakses warga yang berada di sekitar kantor. Kami berharap langganan ini bisa terus berlanjut,” kata Agus. Ia menambahkan pihak kelurahan akan mengupayakan dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Majene agar layanan tetap berjalan.

Baca Juga  Majene memasuki Usia 478 Tahun, Pj Gubernur Sulbar : Disitulah Optimisme Terpancar

Usai memantau layanan administrasi pemerintahan, Ridwan melanjutkan monitoring ke sektor pendidikan. Masih di hari yang sama, ia meninjau pemanfaatan bantuan internet program SULBAR Digital di SMKN 7 Majene.

Di sekolah kejuruan tersebut, pengecekan difokuskan pada fungsi perangkat dan kesiapan keberlanjutan langganan pasca masa stimulan. Ridwan menilai, sekolah kejuruan memiliki kebutuhan konektivitas tinggi untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi, sinkronisasi data pendidikan, hingga pelaksanaan ujian berbasis komputer.

Ia menjelaskan, internet di SMKN 7 Majene telah dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar, pengelolaan administrasi sekolah, serta akses berbagai aplikasi pendidikan. Konektivitas yang stabil dinilai mempercepat adaptasi siswa terhadap sistem pembelajaran digital.

“Yang kita dorong bukan hanya pemasangan, tapi pemanfaatan maksimal dan kesinambungan. Sekolah harus merasakan manfaatnya dan berkomitmen melanjutkan layanan agar tidak terputus,” tegas Ridwan.

Staf SMKN 7 Majene, Rahmadi, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Sulbar terhadap pengembangan sektor pendidikan. Ia berharap dukungan tidak hanya berlanjut, tetapi juga disertai peningkatan kapasitas jaringan.

“Pengguna mencapai sekitar 500 user, sehingga butuh upgrade kapasitas. Ini sangat membantu proses belajar dan memperlancar administrasi sekolah,” ujarnya.

Melalui monitoring berkelanjutan program SULBAR Digital, Pemprov Sulbar menegaskan komitmennya menjadikan akses internet sebagai fondasi utama peningkatan kualitas pelayanan publik dan pendidikan di daerah, bukan sekadar fasilitas pelengkap. (Rls)

Iklan