Sulbarpos.com, Majene — Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Sulbar, Desa Mekkatta, Kabupaten Majene, Marsa Limbong, memberikan klarifikasi terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan, khususnya mengenai distribusi menu kering yang sempat menjadi perhatian publik.
Marsa menjelaskan, selama Ramadan pihaknya melakukan penyesuaian pola penyajian makanan dengan menghadirkan menu kering sebagai bentuk inovasi.
Penyesuaian ini dilakukan agar program tetap berjalan optimal, tanpa mengabaikan kualitas dan kecukupan gizi bagi penerima manfaat.
Menurut Marsa, menu kering tersebut disusun tanpa kandungan Ultra-Processed Food (UPF), sehingga tetap aman dan sehat dikonsumsi meski pola makan masyarakat berubah selama menjalankan ibadah puasa.
“Program MBG selama Ramadan memang kami sesuaikan, tetapi prinsip pemenuhan gizi tetap menjadi prioritas utama,” ujar Marsa saat memberikan klarifikasi, Senin (23/2/2026).
Ia juga meluruskan informasi yang menyebutkan menu kering yang didistribusikan diperuntukkan selama tiga hari. Marsa menegaskan, paket menu kering yang disalurkan pada hari ini hanya dialokasikan untuk kebutuhan dua hari.
“Menu kering yang didistribusikan hari ini itu untuk dua hari, bukan tiga hari,” tegasnya.
Baca juga: https://sulbarpos.com/mengenal-pahlawan-dapur-di-balik-program-makanan-bergizi-gratis-di-majene/
Selain menu kering, Marsa mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah menyiapkan menu basah.
Namun, menu tersebut akhirnya dibatalkan untuk didistribusikan setelah melalui uji organoleptik dan pemeriksaan food security oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulbar.
“Menu basah ada, tetapi kami batalkan karena terjadi perubahan aroma dan rasa setelah uji organoleptik serta pemeriksaan keamanan pangan. Demi menjaga kualitas dan menghindari potensi kejadian luar biasa (KLB), kami memutuskan untuk tidak menyalurkan makanan tersebut,” jelasnya.
Terkait dinamika peliputan, Marsa juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang sempat terjadi dengan salah satu media.
Ia menegaskan, SPPG Polda Sulbar tidak menutup diri terhadap kunjungan maupun konfirmasi dari insan pers.
“Kami tidak menolak media. Namun, kami tetap menjaga SOP di SPPG. Setiap pengunjung harus mengikuti prosedur yang berlaku,” katanya.
Marsa menambahkan, pembatasan akses ke area dapur semata-mata dilakukan untuk menjaga sterilisasi dan keamanan pangan sesuai standar operasional.
“Kami siap menemui siapa saja, termasuk media, asalkan bukan di area dapur dan tetap sesuai SOP,” pungkasnya. (Red)
Penulis: Rizal




