Kolaborasi Petani Polman: Rapat Turun Sawah Rendengan, Menuju Panen Melimpah dan Ketahanan Pangan Nasional
POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Semangat produktivitas dan kolaborasi petani di Polewali Mandar kembali menjadi sorotan. Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, bersama Wakil Bupati Hj. Andi Nurasmi Masdar, hadir langsung dalam rapat turun sawah musim tanam rendengan di Desa Sugihwaras, Senin (30/3/2026).
Kegiatan ini menegaskan bahwa keberhasilan pertanian merupakan hasil kerja sama harmonis antara petani, penyuluh, dan pemerintah.
Rapat yang digelar di Dusun Blora, Kecamatan Wonomulyo ini merupakan tradisi tahunan masyarakat setempat, dikombinasikan dengan syukuran atau mappalili.
Tradisi mappalili bertujuan menentukan jadwal musim tanam berikutnya setelah panen dan menjadi momentum penting bagi petani untuk merumuskan strategi pertanian yang lebih efektif.
Hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, antara lain Komandan Kodim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin, Ketua DPRD Polman Fahri Fadly, Camat Wonomulyo Samiaji, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jumadil, perwakilan Polsek Urban Wonomulyo, UPTD PSDA Maloso Kiri, Kepala Desa Sugihwaras, para penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Samsul Mahmud menekankan pentingnya kolaborasi antara petani dan penyuluh pertanian lapangan.
“Untuk mencapai hasil panen yang optimal, petani diharapkan menanam bibit bersertifikat sesuai rekomendasi pemerintah dan bekerja sama dengan penyuluh,” ujarnya.
Bupati juga menyoroti keberhasilan musim panen sebelumnya, di mana petani Polewali Mandar meraih hasil memuaskan dengan harga gabah sekitar Rp7.300 per kilogram—lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Keberhasilan ini menjadi motivasi sekaligus bukti nyata bahwa ketekunan dan kerja sama membuahkan hasil.
Selain itu, peran pengamat hama juga menjadi sorotan Bupati. “Pemantauan hama secara rutin sangat penting untuk menjaga kualitas hasil panen. Kolaborasi ini akan mendorong Polewali Mandar sebagai penyangga beras di Sulawesi Barat,” jelasnya.
Bupati menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap program ketahanan pangan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan mencapai swasembada pangan.
“Mari kita bersama menjaga dan meningkatkan produktivitas pertanian, demi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan negara,” tambahnya.
Rapat turun sawah rendengan ini menjadi bukti bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya bergantung pada musim dan teknologi, tetapi juga pada sinergi seluruh pihak.
Dengan kolaborasi yang kuat antara petani, pemerintah, dan pemangku kepentingan, Polewali Mandar optimis menghadapi musim tanam berikutnya dengan hasil panen lebih melimpah dan berkualitas. (*rls)
Editor: Basribas



