POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Malam keheningan warga Dusun Kampung Tulu, Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, berubah menjadi kepanikan. Kobaran api yang muncul sekitar pukul 21.00 WITA, Sabtu (28/2/2026), melahap puluhan rumah dalam hitungan menit dan menyisakan duka mendalam bagi puluhan keluarga.
Peristiwa kebakaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Polewali Mandar ini menghanguskan 29 unit rumah hingga rata dengan tanah. Selain itu, 5 unit rumah mengalami rusak berat dan 3 unit lainnya rusak ringan. Total kerugian materil ditaksir mencapai sekitar Rp3 miliar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, api diduga berasal dari dapur salah satu rumah warga. Sebelum api membesar, terdengar suara ledakan keras yang diperkirakan berasal dari tabung gas elpiji.
Ledakan tersebut memicu kobaran api yang cepat merambat ke rumah lain karena jarak bangunan yang berdekatan serta material yang mudah terbakar.
Menerima laporan masyarakat, personel gabungan Piket Fungsi Polres Polewali Mandar bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Budi Adi, turun langsung memimpin pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), didampingi Kasat Intelkam IPTU Haspar.
Kehadiran aparat di lokasi tidak hanya memastikan keamanan, tetapi juga mengumpulkan bukti awal untuk memastikan penyebab kebakaran.
Kapolres Polman AKBP Anjar Purwoko melalui Kasat Reskrim AKP Budi Adi menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung. Pihak kepolisian telah meminta keterangan sejumlah saksi dan melakukan olah TKP secara menyeluruh.
Dugaan sementara mengarah pada sumber api dari dapur warga yang disertai ledakan tabung gas, namun kepastian penyebabnya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Upaya pemadaman melibatkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dari Polewali Mandar dan 3 unit bantuan dari Kabupaten Majene. Petugas berjibaku memadamkan api di tengah keterbatasan akses jalan yang sempit dan padatnya permukiman, yang sempat menyulitkan armada menjangkau titik api.
Pendataan bersama aparat Desa Galung Tulu mencatat sebanyak 37 rumah terdampak secara keseluruhan. Puluhan kepala keluarga terpaksa mengungsi dan menyelamatkan diri dengan pakaian seadanya.
Suasana haru dan tangis pecah saat warga menyaksikan rumah mereka dilalap api tanpa mampu berbuat banyak.
Sebagai langkah tanggap darurat, kepolisian berkoordinasi dengan BNPB Kabupaten Polewali Mandar, Dinas Sosial, serta Brimob Kompi IV Batalyon A Pelopor Polman untuk mendirikan posko bantuan dan dapur umum.
Bantuan logistik, termasuk makanan sahur bagi warga terdampak, mulai disalurkan untuk meringankan beban para korban.
Hingga Minggu dini hari, situasi di lokasi kebakaran terpantau aman dan kondusif. Aparat masih berjaga dan melakukan penyelidikan lanjutan guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan padat penduduk.
Aparat mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan kompor dan tabung gas demi mencegah tragedi serupa terulang kembali. (*rls)
Sumber: Humas Polres Polman.
Editor: Basribas




