Manasik Haji 1447 H Resmi Dibuka, Bupati Polman Titip 4 Pesan Penting: Dari Keikhlasan hingga Jaga Nama Baik Mandar
POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Semangat menuju Tanah Suci mulai terasa di Polewali Mandar. Ratusan calon jemaah haji mengikuti pembukaan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Polewali Mandar Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Syuhada, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal menyiapkan jemaah agar tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga matang secara spiritual dan fisik.
Pembukaan dilakukan oleh Bupati Polewali Mandar melalui Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, DR. Aco Musaddad HM. Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, ditegaskan bahwa manasik bukan sekadar agenda tahunan, melainkan tahapan penting untuk memastikan setiap jemaah memahami esensi ibadah haji secara utuh.
Menurut Bupati, manasik adalah “geladi bersih” sebelum menjalankan ibadah di Tanah Suci—sebuah proses pembekalan agar perjalanan ibadah berjalan tertib, aman, dan bernilai mabrur.
Dalam arahannya, Bupati menitipkan empat pesan utama kepada seluruh calon jemaah haji asal Polewali Mandar.
Pertama, meluruskan niat dengan penuh keikhlasan. Ibadah haji harus berangkat dari ketulusan semata karena Allah SWT, bukan demi status sosial ataupun pengalaman wisata religi. Keikhlasan disebut sebagai fondasi utama untuk meraih haji mabrur.
Kedua, menjaga kondisi kesehatan sejak dini. Ibadah haji menuntut ketahanan fisik yang kuat, terlebih dengan perbedaan iklim antara Indonesia dan Arab Saudi. Karena itu, jemaah diminta mulai menerapkan pola hidup sehat, mengatur asupan makanan, serta melakukan aktivitas fisik ringan secara rutin.
Ketiga, memperdalam pemahaman syariat. Bupati mengingatkan agar peserta manasik memanfaatkan setiap sesi pembelajaran dengan serius. Jemaah didorong aktif bertanya kepada pembimbing guna memastikan pemahaman tentang rukun, wajib, dan sunnah haji sehingga ibadah dapat terlaksana secara sah.
Keempat, menjaga kehormatan daerah dengan menjunjung nilai Sipamandaq. Para jemaah diharapkan tampil sebagai representasi masyarakat Mandar yang religius, santun, dan penuh empati. Sikap saling membantu, terutama kepada jemaah lanjut usia, dinilai menjadi cerminan karakter kebersamaan yang harus dijaga selama berada di Tanah Suci.
“Dengan memohon rida Allah SWT, kegiatan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Polewali Mandar secara resmi kami nyatakan dibuka. Semoga seluruh jemaah diberikan kemudahan dalam setiap tahapan hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” ujar DR. Aco Musaddad HM saat menutup sambutan Bupati.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Kepala Kantor Kemenag Polewali Mandar, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Polman, para alim ulama, serta pembimbing ibadah yang akan mendampingi jemaah selama proses manasik.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik, sekaligus memastikan kesiapan jemaah dari berbagai aspek sebelum diberangkatkan.
Sebagai informasi, Manasik Haji tingkat kabupaten merupakan bagian dari rangkaian pembinaan resmi yang dirancang Kementerian Agama untuk meningkatkan kemandirian jemaah. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga simulasi praktik ibadah agar mampu beradaptasi dengan situasi di Tanah Suci yang padat dan dinamis.
Penyelenggaraan Manasik Haji Kabupaten Polewali Mandar Tahun 1447 H/2026 M diharapkan menjadi momentum memperkuat kesiapan mental, spiritual, dan sosial para calon jemaah. Dengan pembekalan yang terstruktur, pemerintah daerah optimistis jemaah Polman dapat menjalankan ibadah secara tertib, menjaga citra daerah, serta kembali membawa nilai-nilai keteladanan bagi masyarakat. (*rls)
Editor: Basribas


