POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com — Di tengah terik siang dan ibadah puasa Ramadan, semangat pengabdian tak goyah. Memasuki hari ke-12 pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 oleh Kodim 1402/Polman, pengerjaan rabat beton pada ruas jalan penghubung Bulo–Lenggo terus dipacu demi membuka akses vital masyarakat perdesaan.
Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) TMMD ke-127, Kapten Inf Subarkah, menegaskan progres pekerjaan menunjukkan tren positif hingga Minggu (22/2/2026). Menurutnya, kondisi berpuasa tidak mengurangi etos kerja personel Satgas maupun partisipasi warga.
“Ini hari ke-12 TMMD. Meski Ramadan, semangat gotong royong tetap terjaga. Target kami jelas: jalan ini rampung tepat waktu dan segera dirasakan manfaatnya,” ujar Kapten Subarkah di lokasi kegiatan.
Jalan Bulo–Lenggo selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga. Akses tersebut krusial untuk distribusi hasil kebun, mobilitas ekonomi, hingga percepatan layanan kesehatan. Karena itu, antusiasme masyarakat tak surut—mereka hadir sejak pagi, bekerja berdampingan dengan prajurit TNI.
Pantauan di lapangan memperlihatkan kolaborasi nyata: personel TNI dan warga bergantian mengaduk semen, mendorong gerobak material, serta meratakan cor beton. Medan perbukitan yang menantang tidak menjadi penghalang. Justru, kondisi tersebut mempertebal tekad untuk menuntaskan sasaran fisik sesuai rencana.
Program TMMD ke-127 diarahkan pada peningkatan infrastruktur dasar guna mengurai keterisolasian Desa Lenggo dan wilayah sekitarnya. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, kegiatan ini menjadi katalis peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat melalui konektivitas yang lebih baik.
Gotong royong yang konsisten hingga hari ke-12 menjadi cermin kuatnya sinergi TNI dan masyarakat dalam membangun desa. Ketika puasa tak menyurutkan kerja, TMMD bukan hanya menghadirkan jalan beton—melainkan harapan baru bagi mobilitas, ekonomi, dan masa depan desa.
Di setiap tahap pengerjaan, personel TNI dan warga terlihat bahu-membahu tanpa sekat. Kolaborasi ini memastikan kualitas pekerjaan terjaga sekaligus menumbuhkan rasa memiliki bersama atas hasil pembangunan yang sedang berjalan. (*rls)
Editor: Basribas




