Revolusi Manajemen ASN! ATR/BPN Siapkan Aplikasi Dashboard SDM untuk Mutasi dan Promosi Berbasis Talenta
JAKARTA, Sulbarpos.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyiapkan langkah baru dalam pengelolaan karier aparatur sipil negara (ASN). Melalui pengembangan aplikasi Dashboard Sumber Daya Manusia (SDM), kementerian ini berupaya menghadirkan sistem mutasi dan promosi jabatan yang lebih cepat, transparan, serta berbasis data kompetensi.
Inovasi digital tersebut dikembangkan oleh Pusat Data dan Informasi Pertanahan dan Tata Ruang (Pusdatin) bersama Biro Sumber Daya Manusia ATR/BPN. Aplikasi ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk memetakan potensi pegawai sekaligus memperkuat penerapan sistem merit dalam pengisian jabatan di lingkungan kementerian.
Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menegaskan bahwa keberadaan Dashboard SDM diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan keputusan dalam rotasi maupun promosi jabatan.
“Dashboard SDM ini diharapkan segera selesai sehingga kebutuhan pengisian jabatan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien. Dengan sistem ini, proses mutasi dan promosi dapat berjalan lebih cepat serta berbasis data yang jelas,” ujar Dalu Agung saat membuka Sosialisasi Dashboard SDM di kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, selama ini proses pencarian kandidat pejabat struktural, khususnya untuk jabatan eselon III dan IV, masih harus melalui sejumlah tahapan seleksi dan uji kompetensi sebelum masuk dalam Kelompok Rencana Suksesi (KRS) atau manajemen talenta.
Namun dengan hadirnya Dashboard SDM, proses tersebut akan menjadi lebih sederhana. Sistem akan menampilkan daftar kandidat potensial yang telah dipetakan berdasarkan data kompetensi dan rekam jejak kinerja pegawai.
“Ke depan, kandidat sudah terlihat dari sistem dan langsung masuk dalam manajemen talenta. Jadi prosesnya lebih cepat dan tepat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pusdatin ATR/BPN, I Ketut Gede Ary Sucaya, menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi ini merupakan inisiatif langsung Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid. Tujuannya untuk memastikan sistem karier ASN di kementerian tersebut benar-benar berbasis data yang akurat dan objektif.
Menurut Ary Sucaya, Dashboard SDM akan mengintegrasikan berbagai indikator penting seperti latar belakang pendidikan, kompetensi, pengalaman kerja, hingga rekam jejak kinerja pegawai.
“Melalui sistem ini, kita dapat mengidentifikasi talenta terbaik berdasarkan kriteria yang telah disusun dalam jalur karier ASN. Nantinya akan dituangkan dalam peraturan menteri sehingga sistem manajemen talenta menjadi lebih terarah,” jelasnya.
Selain memetakan potensi pegawai, aplikasi tersebut juga akan menampilkan gambaran menyeluruh mengenai talent pool di lingkungan ATR/BPN. Dengan demikian, pimpinan dapat lebih mudah menentukan kandidat terbaik untuk mengisi jabatan strategis.
Di sisi lain, Kepala Biro SDM ATR/BPN Budi Santosa mengingatkan seluruh pegawai agar aktif memperbarui data pribadi mereka dalam sistem kepegawaian. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keakuratan informasi yang akan digunakan dalam Dashboard SDM.
“Seluruh pegawai perlu memastikan data pendidikan, kompetensi, pelatihan yang diikuti, hingga penghargaan yang pernah diterima telah terinput dengan lengkap. Karena perkembangan karier ASN sangat bergantung pada validitas data tersebut,” kata Budi Santosa.
Sosialisasi Dashboard SDM tersebut diikuti oleh sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator di lingkungan ATR/BPN. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah BPN Provinsi serta Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia.
Melalui penerapan Dashboard SDM, ATR/BPN berharap manajemen karier ASN dapat berjalan lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Sistem ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi digital birokrasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor pertanahan dan tata ruang.
Sebagai bagian dari strategi modernisasi manajemen aparatur, pemanfaatan teknologi berbasis data diharapkan mampu menggeser pendekatan administratif menuju sistem yang lebih objektif dan kompetitif. Dengan demikian, pengisian jabatan tidak lagi sekadar prosedural, tetapi benar-benar didasarkan pada pemetaan kompetensi serta rekam jejak kinerja pegawai secara terukur. (*rls)
Editor: Basribas



