Shared Berita

Oleh: Farham Rahmat

Sulbarpos.com, OPINI – Mengapa harus siDea? Begini kira-kira penjelasannya. Saat ini, manusia disebut Homo Digitalis. Apa itu Digital? Digit berasal dari kata latin, Digitus, artinya jari-jemari. Manusia pada era society 4.0 menggunakan jari sebagai alat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ingin makan, tinggal pake jari, pesan gofood. Pergi ke suatu tempat, pake jari, aktivitas jual beli, pake jari di marketplace, silaturahmi, pake jari di media sosial, belajar politik, ekonomi, hukum, tinggal pake jari. Ngaji agama, juga dengan jari. Bahkan cari jodoh juga pake jari. Hampir semua aktivitas manusia berada pada jari, mengeklik layar gadget.

Mengurus administrasi juga pake jari, dari membuat surat keterangan: kependudukan, status pribadi, sosial ekonomi, pertanahan, usaha dan kelembagaan. Surat pengantar: kependudukan, pernikahan, bantuan, pendidikan, pekerjaan, keamanan. Surat izin: kegiatan, usaha, bangunan, sosial masyarakat, situasional hingga surat kelakukan baik.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini juga konsisten menekankan pemanfaatan digital sebagai pondasi kunci dalam mentransformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Artinya, ya masyarakat sudah gak capek lagi antri menunggu surat. Tinggal klik. Begitu juga pemerintah, udah gak ribet, di mana pun berada bisa melayani (work from anywhere).

Alasan filosofisnya begini. Yuval Noah Harari menyebut Manusia sebagai Homo Sapiens, ciri utamanya mampu bertahan hidup dengan alat ciptaannya. Tidak seperti hewan, hanya mengandalkan perangkat alami yang sudah dilengkapi secara alami dari Tuhan.

Dulu, manusia membuat alat berburu dari kayu runcing dan bertani dengan alat kayu seadanya. Alat-alat itu juga digunakan manusia untuk bertahan hidup dari serangan hewan buas dan lebih besar dari ukuran manusia. Perangkat yang menciptakan alat disebut pengetahuan.

Baca Juga  Polda Sulbar Ukir Prestasi di Musrenbang Polri Nasional

Seiring perubahan zaman, manusia juga mengalami perkembangan pengetahuan, begitu pun dengan alatnya. Perkembangan Industri dimulai sekitar tahun 1760-an di Inggris, ditandai dengan peralihan alat, dari tenaga manual ke mesin uap untuk produksi massal. Disebutlah ia masyarakat one point zero (1.0).

Tahun 1870-an, terbentuk masyarakat Two Point Zero (2.0), ditandai dengan era Revolusi industri, produksi massal yang didorong oleh penemuan dan pemanfaatan energi listrik. Alat alat produksi digerakkan oleh energi listrik. Zaman ini mengubah cara manusia bekerja dan berinteraksi secara fundamental.

Selanjutnya, masyarakat Three Point Zero (Society 3.0) dimulai 1970-an, alatnya adalah otomatisasi industri melalui komputerisasi, elektronik, dan teknologi digital. Menggeser produksi dari tenaga manusia ke mesin otomatis, mengubah cara kerja bisnis dan relasi sosial melalui teknologi informasi. Tahap ini, sudah diperkenalkan teknologi digital.

Saat ini, masyarakat Four Point Zero (Society 4.0) pertama kali dicetuskan di Jerman pada tahun 2011, dipamerkan di dagang Hannover Messe sebagai bagian dari proyek strategi teknologi tinggi pemerintah Jerman. Konsep ini berfokus pada alat otomatisasi dan integrasi teknologi digital, seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan data besar (big data).

Ke depan, kita akan memasuki era masyarakat Five Point Zero (Society 5.0), berfokus pada manusia, digaungkan pertama kali oleh Jepang pada tahun 2017 kenerlanjutan dari tahap evolusi setelah era Industri 4.0. Alat teknologi digunakan untuk menyelesaikan masalah sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sains, salah satu gagasan yang memandu zaman kita saat ini, produknya adalah perkembangan teknologi, sebagai alat menjawab kebutuhan manusia. Orang yang tidak cepat beradaptasi dengan teknologi digital akan menemui kemandekan. siDea merupakan gagasan yang menjawab tantangan zaman saat ini. (*)

(Penulis adalah Pemuda Pelopor Literasi Digital Kab. Polewali Mandar)

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD Sulbar Ikuti Rakor Nasional Program Makan Bergizi Gratis

Iklan