POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Kisah pilu bayi Anisa, balita yang harus kehilangan ibunya dan kini diasuh sang nenek di Dusun Lamimmisang, Desa Baru, Kecamatan Luyo, mengetuk nurani Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. Kondisi lingkungan tempat tinggal yang jauh dari kata layak membuat pemerintah daerah bergerak cepat mengambil langkah konkret demi keselamatan dan kesehatan sang anak.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, menegaskan komitmennya untuk memberikan bantuan langsung secara pribadi berupa pemasangan cincin sumur keluarga dan pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK).
Langkah tersebut dinilai mendesak untuk menjamin ketersediaan air bersih serta sanitasi yang memadai, mengingat bayi Anisa masih sangat rentan terhadap risiko penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat.
“Air bersih dan sanitasi adalah kebutuhan dasar. Ini tidak bisa ditunda, apalagi menyangkut kesehatan bayi,” tegas Bupati Samsul Mahmud saat menanggapi laporan kondisi rumah keluarga Anisa.
Tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan air dan sanitasi, Bupati juga memastikan pemerintah daerah akan mengupayakan perbaikan hunian keluarga tersebut melalui program bedah rumah.
Ia menekankan pentingnya menghadirkan rumah yang layak, aman, dan sehat agar tumbuh kembang bayi Anisa dapat berlangsung secara optimal.
Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar, Andi Afandi, bergerak cepat di level teknis.
Ia secara langsung memerintahkan Kepala Bidang Perumahan Rakyat, Emmy Ria Tahang, untuk memimpin tim turun ke lapangan melakukan Verifikasi Lapangan (Verlap).
“Hari ini kami melakukan Verlap untuk memastikan kondisi riil rumah keluarga bayi Anisa sekaligus menilai kelayakannya sebagai calon penerima Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sesuai kriteria dan ketentuan yang berlaku,” ujar Emmy Ria Tahang kepada awak media, Senin (19/1).
Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar pengambilan keputusan pemerintah daerah agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran, transparan, dan sesuai kebutuhan lapangan.
Langkah cepat Pemkab Polewali Mandar ini mendapat perhatian luas dari masyarakat. Banyak pihak menilai respons pemerintah daerah sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi kelompok rentan, khususnya anak-anak yang berada dalam kondisi sosial dan ekonomi sulit.
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menegaskan bahwa kasus bayi Anisa menjadi pengingat pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjamin hak dasar warga, mulai dari air bersih, sanitasi, hingga hunian layak.
Ke depan, Pemkab berkomitmen memastikan setiap warga, tanpa terkecuali, dapat hidup di lingkungan yang sehat, aman, dan bermartabat. (*rls)




