Shared Berita

Sulbarpos.com, Majene – Warga Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang ditemukan dalam kondisi tergantung di atas pohon, Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 14.30 WITA.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang kuli bangunan yang sedang melakukan pekerjaan di belakang rumah milik salah satu pengusaha di wilayah Pao-pao talallere, Kelurahan Lamongan Batu, Kecamatan Malunda. Penemuan itu sontak mengundang perhatian warga sekitar hingga menimbulkan kerumunan di lokasi kejadian.

Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian setempat segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah kemudian diamankan dan dibawa ke puskesmas terdekat guna dilakukan pemeriksaan medis atau visum.

Usai dilakukan visum, jenazah yang diketahui berinisial P, warga Desa Lombong Timur, langsung diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, termasuk seutas tali yang diduga digunakan korban saat melakukan gantung diri.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan motif kematian korban. Namun demikian, dugaan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri.

Sementara itu, beredar asumsi di tengah masyarakat yang menyebutkan bahwa korban sempat diamankan atau menjadi tahanan di Polsek setempat sebelum ditemukan meninggal dunia. Menanggapi hal tersebut, pihak Polsek Malunda secara tegas membantah.

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa Polsek tidak memiliki kewenangan untuk menahan seseorang tanpa adanya proses hukum atau penyelidikan. Polisi membenarkan bahwa korban sempat berada di Polsek sebelumnya, namun hal itu hanya sebatas pengamanan sementara atas permintaan keluarga, mengingat kondisi korban yang disebut mengalami gangguan mental atau depresi.

Baca Juga  Arismunandar Kalma Resmi Mendaftar di Partai PPP 

“Korban tidak pernah berstatus sebagai tahanan. Pagi hari sebelum kejadian, korban sudah kami persilakan pulang setelah sempat beristirahat dan ngopi. Saat korban ditemukan meninggal dunia, sudah tidak berada dalam kendali Polsek,” jelas pihak kepolisian.

Polisi menegaskan bahwa isu yang mengaitkan kematian korban dengan Polsek setempat tidak benar dan tidak memiliki hubungan apa pun.
Dalam proses penemuan jenazah, sejumlah unsur pemerintah setempat turut hadir di lokasi, di antaranya camat, lurah, serta jajaran pemerintah kelurahan dan kecamatan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi yang masih berjalan.

©️EPN

Iklan