Shared Berita

Sulbarpos.com, Mateng — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi Barat memulai langkah rekonsiliasi menjelang pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda).

Pertemuan pra-konferda yang mengusung tema Vis Unita Fortior persatuan adalah kekuatan yang digelar pada 23 Januari 2026 dan dituanrumahi oleh GMNI Kabupaten Mamuju Tengah.

Pertemuan tersebut menjadi upaya awal untuk mengakhiri konflik dualisme kepengurusan GMNI di Sulawesi Barat yang telah berlangsung selama beberapa tahun.

Rekonsiliasi ini dinilai sebagai angin segar bagi seluruh kader GMNI di wilayah tersebut, sekaligus fondasi penting menuju Konferda yang inklusif dan solid.

Dalam forum pra-rekonsiliasi itu, Ketua DPC GMNI Mamuju bersama Wakil Kepala Bidang Politik dan Jaringan turut hadir dan menyampaikan dorongan kuat agar persoalan penyatuan diselesaikan terlebih dahulu di tingkat cabang. Pasalnya, dari seluruh kabupaten di Sulawesi Barat, hanya DPC GMNI Mamuju yang masih mengalami dualisme kepengurusan sejak 2019.

Forum tersebut juga mendorong kedua Ketua DPC GMNI Mamuju, yakni Darson dan Dicky, bersama Sekretaris Cabang Sarinah As’adiah dan Sugianto, untuk menandatangani fakta integritas persatuan.

Langkah ini diharapkan menjadi komitmen bersama, sebagaimana yang telah dilakukan oleh pimpinan pusat GMNI, guna mencegah konflik serupa terulang di masa mendatang.

Ketua DPC GMNI Mamuju menyatakan dukungan penuh terhadap agenda rekonsiliasi tersebut. Ia menegaskan bahwa persatuan telah lama dinantikan oleh kader GMNI, terutama sebagai modal utama menghadapi tantangan zaman.

“Kami telah begitu lama merindukan persatuan. Dengan bersatu, kaum Marhaen pasti akan menang,” ujarnya.

Rekonsiliasi pra-konferda ini diharapkan menjadi titik balik bagi GMNI Sulawesi Barat untuk tampil lebih adaptif, berkarakter, dan mampu menjawab dinamika sosial-politik secara kolektif dan berkelanjutan.(*)

Baca Juga  Kecelakaan di Malunda, Motor Tabrak Truk Parkir, Pengendara Meninggal Dunia

Iklan