Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar terus mendorong terobosan strategis dalam mempercepat pembangunan daerah. Salah satu langkah konkret yang kini diperkuat adalah membangun sinergi dengan kalangan akademisi melalui kerja sama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi bersama Universitas Bosowa Makassar.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat pembahasan Nota Kesepakatan (MoU) yang digelar pada Rabu, 11 Maret 2026. Pertemuan ini difasilitasi oleh Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Polewali Mandar dan melibatkan sejumlah unsur pimpinan daerah serta pihak perguruan tinggi.

Rapat dihadiri langsung oleh Staf Ahli Bupati Polewali Mandar Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Aco Musaddad HM, Asisten Pemerintahan dan Kesra Hj. Andi Mahdiana, serta Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Polewali Mandar, Mujahidin.

Sementara itu, pihak Universitas Bosowa diwakili Direktur Kerja Sama, Emil Salim Rasyid, bersama tim akademisi yang mengikuti pertemuan secara daring dari Makassar.

Pertemuan berlangsung secara hibrida guna memastikan pembahasan teknis kerja sama dapat berjalan efektif meski terpisah jarak. Model koordinasi ini dinilai mampu mempercepat proses penyusunan kesepakatan sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih fleksibel antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

Rapat pembahasan nota kesepakatan tersebut juga melibatkan sejumlah perangkat daerah yang memiliki peran strategis dalam pembangunan, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), serta Bagian Hukum Setda Polewali Mandar.

Keterlibatan lintas OPD ini bertujuan memastikan seluruh substansi kerja sama benar-benar sejalan dengan kebutuhan pembangunan daerah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam pembahasan tersebut, kerja sama antara Pemkab Polman dan Universitas Bosowa difokuskan pada tiga pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Baca Juga  Harapan di Tengah Abu: PAN Sulbar Salurkan Bantuan Puluhan Juta dan Perlengkapan Ibadah untuk Korban Kebakaran Galung Tulu

Pertama, bidang pendidikan dan pengajaran, yang diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya aparatur sipil negara melalui jalur pendidikan formal, pelatihan, serta pengembangan kompetensi birokrasi.

Kedua, penelitian dan pengembangan, yang membuka peluang kolaborasi riset akademik untuk mendukung penyusunan kebijakan strategis daerah. Kajian tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur, tata kelola pemerintahan, hingga inovasi ekonomi berbasis potensi lokal.

Ketiga, pengabdian kepada masyarakat, melalui pelaksanaan program KKN tematik, pendampingan desa, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pengentasan stunting, digitalisasi layanan publik, hingga penguatan sektor UMKM.

Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa kemitraan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menilai integrasi keilmuan akademis dengan kebijakan publik akan menghadirkan solusi yang lebih terukur, berbasis riset, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pihak Universitas Bosowa juga menyambut positif komitmen Pemkab Polman yang membuka ruang kolaborasi lebih luas bagi akademisi untuk terlibat dalam proses pembangunan daerah.

Sementara itu, Bagian Hukum Sekretariat Daerah menegaskan bahwa penyusunan draf Nota Kesepakatan akan terus dikawal secara administratif dan yuridis agar memiliki landasan hukum yang kuat serta dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.

Kerja sama ini diharapkan menjadi katalisator bagi berbagai organisasi perangkat daerah, terutama dalam memperkuat perencanaan pembangunan yang lebih komprehensif serta mendorong inovasi kebijakan yang berbasis kajian ilmiah.

Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar optimistis bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah akan menghadirkan terobosan baru dalam percepatan pembangunan.

Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang lebih adaptif, inovatif, dan berbasis data sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Bumi Tipalayo.

Baca Juga  4.263 Tenaga Non ASN di Polewali Mandar Diusulkan Jadi PPPK Paruh Waktu: Guru, Nakes & Teknis Masuk Prioritas

Rapat pembahasan Nota Kesepakatan (MoU) pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi bersama Universitas Bosowa ini masih berada pada tahap penyusunan draf kerja sama.

Setelah proses finalisasi selesai, MoU tersebut direncanakan akan ditandatangani secara resmi sebagai payung hukum pelaksanaan berbagai program kolaboratif antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan