Sulbarpos.com, Mamuju – Rudy Mas’ud mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial di tengah maraknya informasi bernada kritik terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang dinilai sebagian memuat unsur hoaks.
Pesan itu disampaikan Rudy Mas’ud yang akrab disapa Harum di sela kunjungan keluarga ke Sulawesi Barat usai menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar ke-XXVI 2026 di Makassar. Ia menekankan pentingnya sikap selektif dalam menerima maupun menyebarkan informasi di ruang digital.
Menurutnya, arus informasi di media sosial saat ini tidak seluruhnya dapat dipertanggungjawabkan. Bahkan, sebagian kritik yang beredar dinilai keliru sasaran karena tidak memahami kewenangan pemerintah secara tepat.
“Saya sarankan kepada pengguna media sosial untuk lebih bijak. Jika ada kritik atau hal yang dinilai tidak sesuai, sebaiknya disampaikan langsung ke dinas terkait atau ke pemerintah provinsi. Bisa juga melalui website resmi Pemprov Kaltim,” kata Rudy saat ditemui di Grand Maleo Hotel, Jumat (27/3/2026).
Ia mencontohkan, sejumlah keluhan yang beredar di media sosial kerap menyoroti persoalan infrastruktur jalan yang sebenarnya tidak selalu menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Lebih jauh, Rudy juga menyoroti dampak jangka panjang dari penyebaran informasi yang tidak akurat, khususnya terhadap generasi muda. Ia khawatir dominasi informasi keliru dapat memengaruhi cara berpikir anak-anak jika tidak disikapi secara kritis.
“Jika media sosial tidak digunakan secara bijak, di mana hoaks lebih banyak dari fakta, saya khawatir akan berpengaruh terhadap pemikiran anak-anak kita,” ujarnya.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat di Kalimantan Timur agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya. Ia juga mengajak publik untuk mengedepankan komunikasi yang konstruktif dengan pemerintah melalui kanal resmi sebagai langkah menjaga kualitas informasi di ruang publik.
Penulis: Rizal
Editor: Donpal




