Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com — Akses layanan paspor yang selama ini identik dengan jarak tempuh jauh dan antrean panjang kini mulai dipermudah. Melalui program inovatif “Jempol MaMa” (Jemput Bola Majene Mamasa), Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar menghadirkan layanan keimigrasian langsung ke tengah masyarakat, khususnya bagi warga di wilayah Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamasa.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan publik yang dilakukan Kantor Imigrasi Polewali Mandar agar masyarakat di daerah dengan keterbatasan akses tetap dapat memperoleh pelayanan paspor secara cepat, mudah, dan efisien tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi.

Pelayanan ini dijalankan menggunakan Mobile Unit Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (Simkim) yang dilengkapi perangkat pendukung. Melalui fasilitas tersebut, proses perekaman data biometrik, verifikasi dokumen, hingga pengajuan paspor dapat dilakukan langsung di lokasi pelayanan.

Pada Rabu, 22 April 2026, layanan Jempol MaMa kembali dilaksanakan di Kantor Bupati Majene dengan kuota pelayanan sebanyak 30 pemohon. Dalam pelaksanaannya, petugas berhasil melayani 7 permohonan paspor baru, 6 permohonan penggantian paspor karena masa berlaku habis, serta menyerahkan 1 paspor yang telah selesai diproses kepada pemiliknya.

Kehadiran layanan jemput bola ini menjadi solusi atas persoalan klasik yang selama ini dihadapi masyarakat, terutama terkait biaya perjalanan dan waktu tempuh menuju kantor imigrasi. Dengan layanan yang hadir lebih dekat, masyarakat tidak lagi harus mengeluarkan biaya besar atau meninggalkan aktivitas utama mereka dalam waktu lama hanya untuk mengurus dokumen perjalanan.

Selain mendekatkan akses, pelayanan yang berlangsung dalam suasana kondusif juga membuat proses administrasi berjalan lebih tertib. Waktu tunggu menjadi lebih singkat, alur pelayanan lebih terorganisir, dan interaksi antara petugas dengan masyarakat berlangsung lebih efektif.

Kepala Kantor Imigrasi Polewali Mandar, Heryanu, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen institusinya dalam menghadirkan layanan publik yang inklusif dan merata.

Baca Juga  Dukungan Pemda: Posko Damkar Wonomulyo Jadi Bagian Visi-Misi Bupati Samsul Mahmud – Andi Nursami

“Program Jempol MaMa diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah yang memiliki keterbatasan akses layanan keimigrasian,” ujarnya.

Ke depan, inovasi ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi pelayanan jangka pendek, tetapi juga berkembang sebagai model pelayanan berkelanjutan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di daerah terpencil.

Dengan pelaksanaan yang konsisten dan dukungan lintas sektor, Jempol MaMa berpotensi menjadi salah satu tonggak penting dalam transformasi layanan keimigrasian di Sulawesi Barat, sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam memastikan pelayanan yang adil dan mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan