POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Di tengah medan jalan yang sulit dilalui kendaraan, Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, turun langsung meninjau kondisi jembatan penghubung di Desa Pao-Pao, Kecamatan Alu, Rabu. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kepala Dinas PUPR Polewali Mandar Husain Ismail, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Polewali Mandar Andi Chandra Sigit, serta sejumlah pejabat terkait.
Untuk mencapai lokasi, Bupati bersama rombongan harus menggunakan sepeda motor lantaran akses menuju sejumlah titik jembatan tidak memungkinkan dilalui kendaraan roda empat. Kondisi itu menggambarkan beratnya tantangan mobilitas masyarakat yang selama ini bergantung pada infrastruktur di wilayah tersebut.
Dalam peninjauan itu, pemerintah daerah mengidentifikasi sedikitnya tujuh titik jembatan yang kini menjadi perhatian serius. Seluruh jembatan tersebut dinilai membutuhkan penanganan segera karena menjadi jalur utama penghubung antarpermukiman warga di Desa Pao-Pao.
Selain menjadi akses harian masyarakat, keberadaan jembatan tersebut juga berperan penting dalam kelancaran distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok dari dan menuju wilayah pedesaan di Kecamatan Alu. Kerusakan yang terus dibiarkan dikhawatirkan dapat menghambat aktivitas ekonomi warga setempat.
“Ini bukan hanya kunjungan biasa, tetapi bentuk keseriusan kami melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan agar penanganannya bisa segera dilakukan,” ujar Samsul Mahmud saat meninjau salah satu titik jembatan.
Ia menegaskan, hasil peninjauan tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret agar infrastruktur yang rusak dapat diperbaiki dan kembali aman digunakan masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar di wilayah terpencil tetap menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar.
Dari hasil identifikasi lapangan, tujuh jembatan di Desa Pao-Pao masuk dalam daftar prioritas penanganan karena kondisinya dinilai telah mengganggu keselamatan pengguna jalan. Pemerintah daerah memastikan kebutuhan perbaikan akan segera dikaji untuk menentukan langkah penanganan secepatnya, sehingga konektivitas antarwilayah dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.
Kehadiran langsung kepala daerah di lokasi pun menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat. Warga berharap, peninjauan tersebut dapat segera berujung pada realisasi perbaikan yang selama ini dinantikan. (*Mull)
Editor: Basribas




