Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional mulai digerakkan dari tingkat desa. Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi modern di sektor pertanian menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas hasil panen sekaligus membuka masa depan baru bagi petani di daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Samsul saat menghadiri kegiatan pertanian di Desa Mapilli Barat, Kecamatan Luyo, Minggu (26/4/2026). Kegiatan itu menampilkan berbagai inovasi pertanian modern yang diperkenalkan untuk mendukung produktivitas petani lokal di Kabupaten Polewali Mandar.

Menurut Samsul, penerapan teknologi dalam pertanian bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera diadaptasi agar sektor pertanian mampu berkembang lebih cepat dan kompetitif. Teknologi modern dinilai mampu membantu petani bekerja lebih efisien, menekan biaya produksi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen secara signifikan.

“Teknologi pertanian harus menjadi bagian dari transformasi pertanian kita. Dengan cara ini, petani bisa menghasilkan panen lebih baik dan mendukung program pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Samsul.

Ia menilai kehadiran inovasi yang diperkenalkan PT Maxxi Agri Indonesia menjadi peluang besar bagi petani Polewali Mandar untuk mengenal metode pertanian yang lebih maju. Teknologi seperti drone pertanian hingga sistem budidaya modern diyakini mampu mempercepat proses kerja di lahan pertanian yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual.

Samsul menambahkan, perubahan pola kerja dari sistem konvensional menuju mekanisasi modern perlu terus didorong. Dengan dukungan teknologi, proses penanaman, pemupukan, hingga panen dapat dilakukan lebih tepat, cepat, dan efisien sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.

“Kalau petani mampu mengikuti perkembangan teknologi, hasil pertanian kita bisa meningkat dan kesejahteraan petani juga ikut terangkat,” ujarnya.

Baca Juga  Legislator PKB H. Zainal Abidin Tutup Turnamen Redi Papan Cap II 2026 di Balanipa, Momentum Silaturahmi dan Semangat Generasi Muda

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah inovasi diperlihatkan kepada petani, mulai dari demonstrasi drone pertanian, pendataan kemitraan MTT, hingga demplot padi genjah M70D seluas tiga hektare. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Maxxi Agri Indonesia dengan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Polewali Mandar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Polewali Mandar, Moh. Jumadil, menilai pemanfaatan teknologi juga dapat menjadi pintu masuk untuk mendorong regenerasi petani di daerah. Menurutnya, selama ini sektor pertanian kerap dipandang sebagai pekerjaan berat yang kurang diminati generasi muda.

Namun, dengan hadirnya teknologi modern, wajah pertanian dinilai berubah menjadi lebih praktis, efisien, dan memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan bagi kalangan muda.

“Kami ingin anak-anak muda melihat bahwa pertanian bukan lagi pekerjaan tradisional semata. Dengan teknologi, pertanian bisa menjadi sektor modern yang memberi harapan besar di masa depan,” ungkap Jumadil.

Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar optimistis sinergi antara pemerintah daerah, swasta, dan petani akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan pertanian yang lebih maju. Selain meningkatkan produksi pangan, langkah ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi petani baru yang siap membawa sektor pertanian Polewali Mandar memasuki era modern. (*Mull)

Iklan