Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com — Semangat konsolidasi dan penguatan ideologi mewarnai pelaksanaan Rapat Pimpinan Cabang (RAPIMCAB) Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Polewali Mandar yang digelar di Gedung Cadika Manding, Minggu (27/4/2026).

Mengusung tema “Kohesi Kader sebagai Basis Internalisasi Ideologi dan Konsolidasi Gerakan GMNI Polewali Mandar,” forum tersebut menjadi momentum strategis bagi GMNI Polman untuk mempertegas arah perjuangan organisasi sekaligus memperkuat soliditas kader di tengah dinamika sosial dan politik daerah.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat Irfan Fahri, jajaran Pengurus Alumni (PA) GMNI, serta sejumlah unsur organisasi kepemudaan dan mahasiswa.

Bupati Polewali Mandar secara resmi membuka kegiatan RAPIMCAB melalui sambutan pembukaan yang menandai dimulainya forum organisasi tersebut.

Ketua Panitia RAPIMCAB, Bung Amirulla, mengatakan pelaksanaan kegiatan merupakan hasil kerja kolektif seluruh panitia dan kader dengan semangat gotong royong serta militansi organisasi.

“RAPIMCAB ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum untuk memperkuat kebersamaan kader dan meneguhkan arah perjuangan GMNI ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Andi Baraq dalam penyampaiannya menegaskan bahwa tema RAPIMCAB tahun ini menitikberatkan pada pentingnya persatuan kader sebagai fondasi utama gerakan organisasi.

Menurutnya, organisasi yang kuat hanya dapat dibangun melalui kesatuan arah perjuangan dan internalisasi nilai ideologi yang tertanam dalam setiap kader.

“Kader yang solid akan melahirkan gerakan yang kokoh, dan gerakan yang kokoh hanya dapat dibangun di atas dasar ideologi yang kuat,” tegas Andi Baraq.

Ia juga menjelaskan alasan dipilihnya Gedung Cadika atau Pusdiklatcab sebagai lokasi kegiatan. Menurutnya, tempat tersebut memiliki nilai historis bagi perjalanan GMNI Polewali Mandar karena menjadi salah satu ruang lahirnya semangat pembentukan cabang dan perjuangan kader terdahulu.

Baca Juga  Silaturahmi Media–Kejaksaan, Pena Sulbar Dorong Transparansi Hukum di Polewali Mandar

“Memilih tempat ini adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah. Organisasi ini berdiri bukan karena kebetulan, tetapi karena pengorbanan pikiran, tenaga, dan semangat kader-kader terdahulu,” katanya.

Dalam forum itu, Andi Baraq turut mengajak seluruh kader tetap berpegang teguh pada ajaran Marhaenisme sebagai pedoman perjuangan organisasi.

Ia menekankan bahwa Marhaenisme bukan sekadar slogan politik, melainkan nilai perjuangan untuk membela rakyat kecil, menolak segala bentuk penindasan, menegakkan keadilan sosial, serta mewujudkan masyarakat yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Tak hanya itu, ia juga kembali menegaskan tagline GMNI, yakni “Pejuang Pemikir – Pemikir Pejuang” sebagai identitas yang harus diwujudkan dalam kehidupan kader sehari-hari.

“Jangan hanya menjadi tulisan di spanduk atau jargon di podium. Jadikan ia watak kader GMNI: cerdas dalam berpikir, berani dalam bertindak, dan setia dalam pengabdian kepada rakyat,” tegasnya.

RAPIMCAB tersebut juga menjadi ruang refleksi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Polewali Mandar, mulai dari ketimpangan sosial, ekonomi hingga pendidikan. Para kader didorong agar tidak hanya menjadi pengamat, tetapi mampu hadir sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat.

Melalui forum ini, DPC GMNI Polewali Mandar menargetkan lahirnya rekomendasi strategis guna memperkuat arah gerakan organisasi sekaligus mempertegas komitmen keberpihakan kepada kaum marhaen.

Kegiatan kemudian ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk terus memperkuat kohesi kader, memperdalam pemahaman ideologi, serta menghadirkan gerakan mahasiswa yang progresif dan berpihak pada realitas serta kebutuhan masyarakat. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan