Empat Rumah Tertimpa Longsor di Matangnga, TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Material

Di lokasi kejadian, personel TNI bersama warga terlihat bergotong royong membersihkan lumpur, memindahkan kayu-kayu besar yang terbawa longsor, hingga membantu warga mengamankan barang-barang dari dalam rumah yang terdampak. (Poto : Humas Dim Polman)
Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, memicu bencana tanah longsor di Kelurahan Matangnga, Jumat sore (15/5/2026) sekitar pukul 16.30 WITA.

Sedikitnya empat rumah warga terdampak material longsor, sementara akses jalan menuju Desa Rangoan sempat lumpuh akibat timbunan tanah dan kayu yang menutup badan jalan.

Selain merusak rumah warga, longsor juga menyebabkan tiga tiang listrik roboh sehingga aliran listrik di sejumlah titik mengalami pemadaman. Kondisi tersebut sempat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Mendapat laporan adanya bencana, personel Kodim 1402/Polman melalui Koramil setempat langsung bergerak menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi dan penanganan awal.

Danramil 1402-02/Wonomulyo, Kapten Inf Subarkah mengatakan, personel TNI turun ke lokasi sejak awal kejadian guna membantu warga terdampak.

“Begitu mendapat informasi adanya longsor, Babinsa langsung bergerak ke lokasi membantu warga mengevakuasi barang-barang dan membersihkan material yang menutup akses jalan,” ujar Subarkah.

Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan sekaligus bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana alam.

Di lokasi kejadian, personel TNI bersama warga terlihat bergotong royong membersihkan lumpur, memindahkan kayu-kayu besar yang terbawa longsor, hingga membantu warga mengamankan barang-barang dari dalam rumah yang terdampak.

Material longsor yang menutupi badan jalan sempat menghambat akses kendaraan menuju Desa Rangoan. Namun secara bertahap, proses pembersihan terus dilakukan agar jalur transportasi kembali normal.

Kapten Inf Subarkah juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan di wilayah pegunungan masih cukup tinggi dan berpotensi memicu longsor susulan.

Baca Juga  Puasa Tak Jadi Penghalang, TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman Tembus 58 Persen Bangun Jalan Bulo–Lenggo

“Kami mengimbau warga, khususnya yang tinggal di daerah perbukitan dan rawan longsor, agar selalu berhati-hati dan segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah,” katanya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga serta mengganggu aktivitas masyarakat akibat tertutupnya akses jalan dan padamnya aliran listrik.

Hingga Jumat malam, aparat TNI bersama pemerintah setempat dan warga masih terus melakukan penanganan di lokasi terdampak untuk memastikan kondisi tetap aman serta mempercepat pemulihan akses masyarakat.

Informasi dalam berita ini berdasarkan laporan awal di lokasi kejadian. Data terkait jumlah kerusakan maupun dampak lainnya masih dapat berkembang seiring proses pendataan dan penanganan oleh pihak berwenang. (*rls)

Sumber : Humas Kodim 1442 Polman

Editor: Basribas

Iklan