Shared Berita

Sulbarpos.com, JAKARTA —Jangan menjadikan budaya kerja kita masih terjebak dalam zona nyaman (Comfort Zone). Kita tidak bicara good, kita sedang bicara excellent. Tidak akan ada kemajuan tanpa keberanian keluar dari pola kerja lama.

Pesan itu disampaikan oleh Kepala Biro SDM Kemenag RI, Muhammad Zain dalam kegiatan Pembinaan Aspek Kepegawaian di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Selasa (19/05/26).

Di hadapan civitas akademika, Prof. Dr. Amsal Bakhtiar (Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pengembangan Usaha) dan Dr. Chaider S. Bamualim, MA (Sekretaris Universitas) serta dosen CPNS, ia membicarakan pentingnya riset dan academic writing dan di Universitas.

“Riset menghasilkan pengetahuan faktual, sedangkan academic writing menyebarkan dan mengembangkan pengetahuan tersebut dengan ilmiah,” kata Zain.

“Imam Syafi’i —dalam kondisi sakit pun— tetap mengajar dan menulis buku. Menjelang wafatnya, beliau masih berdiskusi tentang ilmu dan menyampaikan pelajaran kepada murid-muridnya,” imbuhnya.

Selain itu, ia memaparkan terobosan baru, seluruh layanan kepegawaian berbasis digital agar lebih transparan dan efisien.
Ia menyinggung penggunaan kartu Nusuk dalam layanan haji di Makkah sebagai contoh digitalisasi pelayanan publik yang terintegrasi.

“Sistem manual tidak lagi memadai menangani volume pelayanan dalam skala besar. Kalau melayani 1.500 orang per hari, tidak akan selesai walau 24 jam kalau masih manual,” sambungnya.

Sebab itu, masih Zain, administrasi harus dengan sistem digital, mulai dari kenaikan pangkat hingga penggajian berbasis Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (Simpeg). Data pegawai tidak hanya sekadar nama dan alamat. Data harus menjadi dasar pengembangan SDM,” ujarnya.

Menurut dia, tata kelola kepegawaian harus dibangun di atas prinsip transparansi dan profesionalisme. Demikian halnya dengan kampus. Membangun budaya akademik yang kuat melalui kontribusi pengetahuan, penulisan ilmiah, dan keberanian melahirkan gagasan baru.

Baca Juga  Relawan ABRI-1 Luncurkan KTP A bagi Seluruh Pendukung Anies Baswedan di Seluruh Indonesia

“Jangan takut berpikir lebih dalam. Ini bukan lagi tentang out of the box, saat ini mesti thinking without box, no box,” lanjut Zain.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengapresiasi pengembangan program studi multidisipliner yang didorong UIII. Gagasan itu, menurut dia, penting agar perguruan tinggi mampu melahirkan program studi yang relevan dengan kebutuhan pasar dan perkembangan zaman. (*)

Iklan