Shared Berita

Sulbarpos.com, Majene – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan di Sulawesi Barat (Sulbar). Kali ini, sejumlah orang tua murid mempertanyakan penyajian telur dalam menu MBG yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lamungang Batu, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Selasa (9/6/2026).

Sorotan muncul setelah telur yang disajikan kepada siswa berbentuk telur dadar dalam cetakan kecil. Beberapa orang tua menilai bentuk penyajian tersebut tidak sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menegaskan bahwa telur dalam program MBG harus disajikan secara utuh.

Menurut keterangan sejumlah orang tua, sebagian anak enggan mengonsumsi telur tersebut karena telah dicampur dengan bahan lain sehingga berbeda dengan telur utuh yang biasa mereka makan.

Perdebatan mengenai penyajian telur ini mengemuka setelah Presiden Prabowo dalam acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada 3 Juni 2026, menekankan agar telur dalam program MBG disajikan dalam bentuk utuh, baik rebus maupun ceplok.

Arahan tersebut disampaikan untuk memastikan porsi gizi yang diterima anak-anak tetap sesuai standar dan tidak mengalami pengurangan dalam proses penyajian.

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala SPPG Lamungang Batu, Sulaiman, membantah adanya pengurangan porsi telur pada menu yang dibagikan kepada siswa.

“Itu sebutir telur pak untuk setiap porsinya,” kata Sulaiman saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan telur yang diberikan kepada siswa tetap menggunakan satu butir telur untuk setiap porsi, namun diolah dengan cara dituangkan ke dalam cetakan kecil sebelum disajikan.

Meski demikian, sejumlah orang tua berharap pengelola dapur MBG dapat mengikuti secara penuh arahan pemerintah pusat terkait bentuk penyajian telur agar tidak menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Biaya Tarif yang Terlalu Tinggi Masyarakat Menjerit

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak terkait mengenai apakah model penyajian tersebut telah sesuai dengan standar operasional yang berlaku dalam program MBG. (Red)

Iklan