Bupati Samsul Mahmud Lepas Kontingen Polman ke PENAS KTNA XVII Gorontalo, Dorong Hilirisasi dan Peningkatan SDM Pertanian

Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud melepas kontingen Polman menuju PENAS KTNA XVII 2026 di Gorontalo. (Poto : Istimewa)
Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian dan perikanan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan kontingen daerah pada Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 yang akan digelar di Provinsi Gorontalo.

Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, secara resmi melepas kontingen Kabupaten Polman yang akan mengikuti ajang nasional tersebut di Aula Kantor Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (Disbuntarnak) Polman, Rabu (17/6/2026).

Sebanyak 25 peserta tergabung dalam kontingen resmi Kabupaten Polman. Selain itu, terdapat 21 peserta lainnya yang berangkat secara mandiri untuk ambil bagian dalam kegiatan yang mempertemukan petani, nelayan, pelaku usaha, penyuluh, dan pemangku kepentingan pembangunan pertanian dari seluruh Indonesia.

PENAS KTNA XVII dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 20 hingga 25 Juni 2026 di Gorontalo. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para pelaku sektor pertanian untuk berbagi pengalaman, memperluas jaringan kemitraan, serta mempelajari berbagai inovasi dan teknologi di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan.

Dalam sambutannya, Bupati Samsul Mahmud menegaskan bahwa keikutsertaan kontingen Polman tidak sekadar menghadiri agenda nasional, melainkan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memperkuat daya saing sektor pertanian dan perikanan daerah.

Ia mengapresiasi seluruh peserta yang akan mewakili Kabupaten Polewali Mandar dan berharap mereka mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas jejaring kerja sama, mempelajari perkembangan terbaru di bidang pertanian dan perikanan, serta membawa pulang pengalaman yang dapat diterapkan di daerah.

“PENAS KTNA merupakan kegiatan yang sangat baik. Saya berharap seluruh peserta dapat membawa nama baik Polman dan memperoleh ilmu serta pengalaman yang nantinya dapat diterapkan untuk kemajuan sektor pertanian di daerah kita,” ujar Samsul Mahmud.

Baca Juga  Zubair Serukan Pembentukan Dewan Pendidikan Nasional: “Negara Harus Hadir, Bukan Sekadar Menjanjikan”

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya pengembangan komoditas unggulan daerah melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat aspek pemasaran dan hilirisasi hasil pertanian.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan petani harus berjalan beriringan dengan kemampuan mengelola hasil produksi agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Polman memiliki banyak potensi komoditas unggulan. Tantangan ke depan bukan hanya bagaimana meningkatkan hasil produksi, tetapi juga bagaimana mengelola dan memasarkan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Ia berharap seluruh peserta dapat menyerap berbagai ilmu, teknologi, dan pengalaman selama mengikuti kegiatan di Gorontalo, lalu mengimplementasikannya untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani dan nelayan di Kabupaten Polewali Mandar.

Sementara itu, Kepala Disbuntarnak Polman, Moh. Jumadil, mengatakan PENAS KTNA merupakan momentum strategis bagi para pelaku pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan untuk memperluas wawasan sekaligus mempelajari berbagai inovasi yang berkembang di daerah lain.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana promosi bagi berbagai potensi dan produk unggulan yang dimiliki Kabupaten Polewali Mandar di tingkat nasional.

“Melalui kegiatan ini, peserta dapat belajar dari daerah lain, melihat inovasi pertanian yang berkembang, sekaligus mempromosikan produk-produk unggulan yang dimiliki Polman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keikutsertaan kontingen Polman bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemampuan petani, penyuluh, maupun tenaga teknis dalam alih teknologi dan pengetahuan di bidang pertanian dan perikanan.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat jejaring kemitraan antara petani dan nelayan dengan pelaku usaha, sekaligus menjadi media promosi berbagai produk unggulan daerah melalui pameran yang digelar selama pelaksanaan PENAS.

“Kami berharap ajang ini dapat memperkuat jejaring kemitraan antara petani nelayan dengan pelaku usaha serta menjadi sarana promosi produk unggulan Polman kepada masyarakat luas,” tutur Jumadil.

Baca Juga  Pemkab Polman Buka Seleksi Terbuka 10 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

Ketua DPRD Polman, Fahry Fadly, turut mengapresiasi partisipasi kontingen daerah dalam ajang tersebut. Menurutnya, PENAS KTNA merupakan sarana efektif untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman para petani serta pelaku usaha pertanian.

“Kegiatan ini sangat penting karena memberikan kesempatan bagi peserta untuk menambah wawasan, bertukar pengalaman, dan mempelajari berbagai inovasi yang dapat diterapkan di daerah,” katanya.

Kontingen Kabupaten Polman dijadwalkan berangkat menuju Gorontalo melalui jalur darat menggunakan armada sleeper bus yang disewa oleh Disbuntarnak bersama KTNA Polman. Meski keterbatasan anggaran membuat jumlah peserta yang diberangkatkan secara resmi hanya 25 orang, semangat untuk berpartisipasi tetap tinggi.

Sebanyak 21 peserta lainnya memilih berangkat secara mandiri demi memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru yang diharapkan dapat menjadi bekal untuk memajukan sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Polewali Mandar.

Keikutsertaan Polman pada PENAS KTNA XVII pun diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi dan jejaring baru, tetapi juga melahirkan gagasan serta inovasi yang mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah produk pertanian, dan mendorong kesejahteraan petani serta nelayan di daerah. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan