13 Ribu Petani dan Nelayan Berkumpul di PENAS XVII, Polman Bidik Inovasi untuk Tingkatkan Produktivitas
GORONTALO, Sulbarpos.com – Kemajuan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh kerja keras di lapangan, tetapi juga oleh kemampuan para petani untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengadopsi inovasi. Semangat itulah yang mewarnai pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, sebuah forum nasional yang menjadi ruang bertemunya gagasan, teknologi, dan pengalaman dari ribuan pelaku utama sektor pangan Indonesia.
PENAS XVII secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, pada Sabtu (20/6/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 13 ribu petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia tersebut menjadi ajang strategis untuk berbagi pengetahuan, memperkenalkan inovasi terbaru, serta memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan pertanian dan perikanan nasional.
Dalam sambutannya, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa sektor pangan nasional menunjukkan capaian yang menggembirakan. Menurutnya, target swasembada pangan yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun berhasil diwujudkan jauh lebih cepat.
“Kondisi pangan kita atas target yang diberikan bapak presiden dan wakil presiden, target swasembada empat tahun, alhamdulillah bisa tercapai satu tahun dan tercepat sepanjang sejarah,” ujar Amran di hadapan ribuan peserta.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa transformasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi, penguatan kelembagaan petani, dan dukungan kebijakan pemerintah mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar turut mengambil bagian dalam kegiatan nasional tersebut. Kehadiran delegasi Polman tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai upaya memperluas wawasan dan menyerap berbagai inovasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.
Melalui berbagai sesi diskusi, temu teknologi, pameran inovasi, dan pertukaran pengalaman antarpetani, peserta dari Polewali Mandar diharapkan memperoleh pengetahuan baru yang dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan pertanian, mulai dari peningkatan hasil produksi, efisiensi budidaya, hingga adaptasi terhadap perubahan iklim.
Salah seorang peserta asal Polewali Mandar, Sadaria, mengungkapkan harapannya agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti PENAS XVII dapat memberikan manfaat nyata bagi kemajuan sektor pertanian daerah.
“Kami berharap apa yang kami dapatkan dari sini, baik ilmu maupun jejaring, bisa diterapkan di Polewali Mandar dan dikembangkan untuk kemajuan pertanian Polewali Mandar,” tuturnya.
Selain menjadi forum pembelajaran, pembukaan PENAS XVII juga berlangsung meriah dengan penampilan tari kolosal yang dibawakan sekitar 400 siswa-siswi.
Pertunjukan tersebut menampilkan kekayaan budaya daerah sekaligus menggambarkan semangat gotong royong, kerja keras, dan kebersamaan yang menjadi karakter kuat masyarakat petani dan nelayan Indonesia.
PENAS XVII diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, penyuluh, petani, dan nelayan dalam mendorong transformasi sektor pertanian yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
Bagi Polewali Mandar, partisipasi dalam ajang nasional ini menjadi peluang berharga untuk membawa pulang berbagai praktik terbaik yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di masa depan. (*rls)
Editor: Basribas



