Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Reforma Agraria tidak berhenti pada penataan dan kepastian hak atas tanah, tetapi juga diarahkan untuk membuka jalan bagi masyarakat agar mampu mengelola aset secara produktif dan meningkatkan kesejahteraan. Semangat itulah yang menjadi pijakan Kantor Pertanahan Kabupaten Polewali Mandar dalam memperkuat penataan akses bagi masyarakat penerima manfaat Reforma Agraria.

Upaya tersebut dilakukan melalui Ekspose Pemetaan Sosial Penataan Akses Reforma Agraria yang digelar Oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan masyarakat disusun berdasarkan kondisi, potensi, serta kebutuhan nyata di tingkat lapangan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Madya, bersama jajaran staf teknis terkait. Sejumlah perwakilan perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar yang memiliki keterkaitan dengan sektor pendukung pelaksanaan Reforma Agraria juga turut hadir.

Dalam ekspose tersebut, Kantor Pertanahan Kabupaten Polewali Mandar memaparkan hasil pemetaan sosial yang telah dilaksanakan di dua wilayah sasaran, yakni Kelurahan Sulewatang dan Desa Indomakkombong.

Pemetaan sosial dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi masyarakat dan potensi wilayah yang dapat dikembangkan melalui program penataan akses Reforma Agraria.

Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam pemetaan tersebut, mulai dari pendataan responden sebagai subjek Reforma Agraria, analisis kualitas tanah, identifikasi potensi diversifikasi tanaman, hingga perencanaan sistem irigasi terpadu untuk mendukung pengelolaan sumber daya air secara lebih optimal.

Hasil pemetaan itu selanjutnya menjadi bahan penting dalam merumuskan program penataan akses yang tepat sasaran. Dengan pendekatan berbasis data dan potensi wilayah, program pemberdayaan diharapkan tidak bersifat seragam, melainkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masing-masing lokasi.

Baca Juga  Siaga Lebaran 2026! Kapolres Polman Pimpin Apel Operasi Ketupat Marano, Ribuan Personel Disiapkan Amankan Mudik Idulfitri

“Hasil pemetaan sosial menjadi landasan dalam merumuskan program penataan akses yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat penerima manfaat Reforma Agraria.”

Sinergi antara Kantor Pertanahan Kabupaten Polewali Mandar dan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan program pemberdayaan dapat berjalan secara terpadu.

Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar potensi pertanian dan sumber daya wilayah dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Melalui penataan akses yang dilakukan secara terencana, masyarakat penerima manfaat Reforma Agraria diharapkan tidak hanya memiliki akses terhadap tanah, tetapi juga memperoleh dukungan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi dari aset yang dimiliki atau dikelolanya.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong diversifikasi usaha pertanian, meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, serta menciptakan sumber penghidupan yang lebih berkelanjutan.

Pada akhirnya, Ekspose Pemetaan Sosial Penataan Akses Reforma Agraria yang digelar Kantor Pertanahan Kabupaten Polewali Mandar menjadi bagian dari upaya membangun pemberdayaan masyarakat yang berbasis data, potensi lokal, dan kolaborasi lintas sektor.

Program Reforma Agraria diharapkan tidak hanya memberikan kepastian atas tanah, tetapi juga mampu mengubah aset tersebut menjadi sumber produktivitas dan kesejahteraan bagi masyarakat Polewali Mandar. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan