Jangan Mau Dibeli! Kesbangpol-KPU Polman Bongkar Bahaya Politik Uang, Pemilih Pemula Diminta Berani Tentukan Masa Depan
POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com — Masa depan demokrasi tidak hanya ditentukan oleh suara para pemilih berpengalaman, tetapi juga oleh keberanian generasi muda memahami hak politiknya dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Semangat itulah yang menjadi pijakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Polewali Mandar bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Polewali Mandar saat membekali pemilih pemula dengan pendidikan politik.
Kesbangpol Polman berkolaborasi dengan KPU Kabupaten Polewali Mandar menggelar Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula di Mushollah SMA Negeri 1 Campalagian, Kecamatan Campalagian, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut diikuti pengurus OSIS serta siswa-siswi SMA Negeri 1 Campalagian.
Kegiatan dihadiri Kepala Kesbangpol Kabupaten Polewali Mandar, Hj. Asliah Rahim, S.Sos., M.Si., Komisioner KPU Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) beserta jajaran, Kepala SMA Negeri 1 Campalagian bersama para wakil kepala sekolah, guru dan staf, serta jajaran Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri) Kesbangpol Polman.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa. Selanjutnya, Kepala SMA Negeri 1 Campalagian menyampaikan sambutan sekaligus apresiasi atas pelaksanaan pendidikan politik tersebut.
Menurutnya, pendidikan politik memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai demokrasi, hak dan kewajiban sebagai warga negara, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam kehidupan demokrasi.
Kepala Kesbangpol Polman, Hj. Asliah Rahim, dalam sambutannya juga mengapresiasi sinergi antara Kesbangpol, KPU dan SMA Negeri 1 Campalagian dalam memberikan edukasi politik kepada generasi muda.
Ia menegaskan bahwa pendidikan politik merupakan salah satu program strategis pemerintah daerah untuk membentuk generasi muda yang cerdas, berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan serta mampu berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
“Pemilih pemula harus memahami bahwa hak pilih bukan sekadar mencoblos, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab untuk menentukan arah masa depan bangsa,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Para siswa juga didorong menjadi pemilih yang cerdas dengan menolak politik uang, tidak mudah terpengaruh informasi bohong atau hoaks, bijak menggunakan media sosial, menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Materi kepemiluan kemudian disampaikan Anggota KPU Kabupaten Polewali Mandar, Andi Rannu. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan sistem kepemiluan di Indonesia, tahapan penyelenggaraan Pemilu, hak dan kewajiban pemilih, serta pentingnya partisipasi pemilih pemula.
Andi Rannu mendorong para siswa agar tidak sekadar menjadi pemilih secara administratif, tetapi mampu menggunakan hak pilih secara cerdas, rasional dan bertanggung jawab dalam setiap penyelenggaraan Pemilu.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa aktif menyampaikan pertanyaan maupun pendapat terkait kepemiluan dan pendidikan politik.
Diskusi tersebut menjadi ruang bagi para pemilih pemula untuk memahami bahwa partisipasi politik bukan hanya soal memberikan suara di bilik pemungutan suara, melainkan juga mencakup kemampuan menyaring informasi, mengenali rekam jejak calon dan menjaga sikap kritis di tengah derasnya arus informasi digital.
Kegiatan kemudian ditutup oleh Kabid Poldagri Kesbangpol Polman dan dilanjutkan dengan foto bersama.
Melalui kegiatan tersebut, Kesbangpol dan KPU Polman berharap pemilih pemula semakin memahami demokrasi, sistem kepemiluan serta hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
Lebih jauh, pendidikan politik di lingkungan sekolah diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kritis, berintegritas dan bertanggung jawab, sehingga suara pemilih pemula tidak mudah dipengaruhi politik uang, hoaks maupun kepentingan sesaat.
Sinergi antara pemerintah daerah, penyelenggara Pemilu dan satuan pendidikan pun diharapkan terus diperkuat. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya demokrasi yang berkualitas, damai, tertib dan kondusif di Kabupaten Polewali Mandar. (*rls)
Editor: Basribas



