Amiruddin: Kepergian Anangguru Kyai Syibli Sahabuddin Tinggalkan Warisan Keteladanan bagi PKB dan Masyarakat Polman
POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Wakil Ketua DPRD Polewali Mandar dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Amiruddin, S.H., menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya Anangguru Kyai Syibli Sahabuddin, ulama kharismatik sekaligus tokoh politik yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi kehidupan keagamaan, sosial, dan politik masyarakat.
Mewakili seluruh anggota Fraksi PKB dan simpatisan partai, Amiruddin menyebut kepergian Anangguru Kyai Syibli bukan sekadar kehilangan seorang tokoh, tetapi juga berpulangnya sosok panutan yang mewariskan nilai-nilai keagamaan, kebijaksanaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Amiruddin, almarhum memiliki tempat tersendiri di hati keluarga besar PKB dan masyarakat Polewali Mandar. Kiprah serta keteladanan yang ditunjukkannya selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan perjuangan politik dan kehidupan sosial masyarakat.
Mantan Ketua DPC PKB Polewali Mandar itu menilai, Anangguru Kyai Syibli Sahabuddin merupakan figur yang mampu memadukan nilai-nilai spiritual dengan tanggung jawab sosial dan politik. Keteladanan tersebut, kata dia, mengajarkan bahwa pengabdian kepada masyarakat harus senantiasa dilandasi akhlak, integritas, dan tanggung jawab moral.
“Beliau adalah sosok panutan yang telah memberikan banyak pelajaran berharga, bukan hanya dalam kehidupan politik dan keagamaan, tetapi juga dalam membangun hubungan sosial serta memberikan pengabdian kepada masyarakat,” tutur Amiruddin.
Ia menegaskan, nilai-nilai yang diwariskan almarhum harus tetap dijaga dan menjadi pedoman bagi kader PKB dalam melanjutkan perjuangan politik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Bagi Amiruddin, politik tidak semata-mata berkaitan dengan kekuasaan atau kepentingan kelembagaan. Lebih dari itu, politik membutuhkan etika, kebijaksanaan, integritas, serta keberpihakan terhadap kepentingan dan nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam konteks tersebut, Anangguru Kyai Syibli Sahabuddin dinilai telah memberikan contoh tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara perjuangan politik, kehidupan spiritual, dan tanggung jawab sosial. Warisan keteladanan itu diharapkan terus menginspirasi kader PKB untuk menjalankan amanah politik secara bermartabat dan bertanggung jawab.
Amiruddin juga berharap, nilai-nilai positif yang ditinggalkan almarhum dapat diteruskan oleh generasi penerus, khususnya generasi muda yang kelak mengambil peran dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan politik di Polewali Mandar.
Menurutnya, penghormatan terhadap seorang tokoh yang telah berpulang tidak cukup hanya melalui ungkapan belasungkawa. Penghormatan yang lebih bermakna adalah menjaga, mengamalkan, dan meneruskan nilai-nilai kebaikan yang selama ini diperjuangkan almarhum.
“Keteladanan yang beliau tunjukkan hendaknya tidak berhenti sebagai kenangan. Nilai-nilai kebaikan, akhlak, dan pengabdian yang telah diwariskan harus terus dijaga dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” ungkapnya.
Selain menyampaikan penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum, Amiruddin turut memanjatkan doa agar seluruh amal ibadah Anangguru Kyai Syibli Sahabuddin diterima oleh Allah SWT, segala kekhilafannya diampuni, dan almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya.
Ia juga menyampaikan simpati kepada keluarga yang ditinggalkan serta berharap mereka diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan,” tutur Amiruddin.
Kepergian Anangguru Kyai Syibli Sahabuddin menjadi momentum refleksi bagi keluarga besar PKB dan masyarakat Polewali Mandar untuk kembali meneguhkan pentingnya etika, integritas, serta pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat dan berpolitik.
Ketokohan seseorang tidak hanya diukur dari jabatan yang pernah diemban, tetapi juga dari nilai-nilai yang ditanamkan, kontribusi yang diberikan, dan manfaat yang tetap dirasakan setelah kepergiannya.
Bagi Amiruddin, warisan terbesar Anangguru Kyai Syibli Sahabuddin adalah keteladanan yang dapat terus dihidupkan dalam tindakan nyata. Ia berharap, nilai-nilai keagamaan, kebijaksanaan, dan pengabdian yang diwariskan almarhum tetap menjadi inspirasi bagi kader PKB dan masyarakat dalam melanjutkan perjuangan demi kemaslahatan bersama. (*bas)
Editor: Basribas



